Begini Kriteria Nelayan Kecil Bisa Menerima Asuransi dari Pemerintah

"Di antaranya adalah terdaftar dalam database kartu pembudidaya ikan (aquacard)"
Ilustrasi nelayan (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah meluncurkan program asuransi perikanan, yang melindungi usaha nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.

Asuransi tersebut merupakan perwujudan dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Dalam asuransi tersebut, setiap nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam kecil bakal membayar premi sebesar Rp450.000 per hektare area, dan berhak mendapatkan pertanggungan hingga Rp15 juta per hektare per tahun.

Terkait program tersebut, kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti itu mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,485 miliar di tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Kini, Nelayan Dapat Asuransi dari Pemerintah

Namun, untuk mendapatkan asuransi tersebut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan nelayan harus memililki kriteria yang sesuai dengan ketentuan dari pemerintah.

"Di antaranya adalah terdaftar dalam database kartu pembudidaya ikan (aquacard), diutamakan sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB)," katanya.

Selain itu diutamakan sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan merupakan pembudidaya ikan kecil dengan pengelolaan lahan kurang atau sama dengan 5 hektar serta menggunakan teknologi sederhana.

"Kita ingin pembudidaya ikan kecil ini lebih berdaya dan kedepan semakin banyak nelayan yang terlindungi dengan asuransi ini," ucap dia.

Slamet menjelaskan bahwa pada tahun 2017, setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar dilindungi oleh program ini.

"Penerima manfaat program tersebar di 14 Provinsi mencakup 37 kabupaten/kota yang ada di Indonesia," ... Baca halaman selanjutnya