Warga Batang Lambau Kinali Pasbar Demo Perusahaan Kelapa Sawit

"Aksi damai ini merupakan tindak lanjut dari aksi-aksi sebelumnya"
Unjukrasa warga di areal perkebunan kelapa sawit milik PTPN VI Unit usaha Ophir, Rabu (03/01/2018). (KLIKPOSITIF/Buyung Fajri)

PASBAR,KLIKPOSITIF -- Sekitar seratusan warga yang mengatasnamakan Serikat Petani Indonesia (SPI) Batang Lambau Nagari Kinali Kecamatan Kinali Pasbar-Sumbar berunjukrasa di areal perkebunan kelapa sawit milik PTPN VI Unit usaha Ophir, Rabu 3 Januari 2018.

Aksi damai ini merupakan tindak lanjut dari aksi-aksi sebelumnya yang meminta perusahaan untuk menghentikan seluruh aktivitas perusahaan dan mengembalikan lahan tersebut ke masyarakat.

"Tuntutan kami yaitu meminta kepada perusahaan mengembalikan areal perkampungan Imbang Langik yang telah di ambil pihak perusahaan seluas 1.360 Hektare pada masyarakat cucu kemenakan Imbang Langik. Batang Lambau merupakan perkampungan cucu kemenakan Imbang Langik dan warganya adalah cucu dan kemanakan Imbang Langik, sebagai petani penggarap yang aktif mengolah sawah ladang, jauh sebelum kemerdekaan," ujar Ketua SPI Pasbar Januardi pada KLIKPOSITIF.

Ketua Basis SPI Batang Lambau St Syahrel juga mengatakan, semenjak perkebunan kelapa sawit PTPN VI Ophir di buka tahun 1982, pada masa proses pengurusan HGU (Hak Guna Usaha) dan hingga saat ini dalam perkembangannya menimbulkan banyak permasalahan, diantaranya hilangnya sumber penghidupan masyarakat Batang Lambau.

"Sekarang dengan berakhirnya masa HGU PTPN VI Ophir sesuai sertifikat No 1 Tanggal 27 April 1994 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, maka SPI Basis Batang Lambau melakukan upaya terakhir sebagai perwujudan upaya pengembalian hak, yaitu dengan menduduki lahan tersebut yang menjadi tuntutan seluas 1.360 hektare sesuai dengan hasil pengukuran ulang yang di lakukan oleh BPN Pasaman Barat di areal perkebunan kelapa sawit PTPN VI pada tahun 2014," kata St Syahrel.

Sementara itu, Humas PTPN VI Mul pada KLIKPOSITIF mengatakan, aksi demo warga yang tergabung dalam SPI Batang Lambau secara administrasi tidak pernah memberitahu perusahaan melalui surat-menyurat.

"Kami ... Baca halaman selanjutnya