Cekcok Aggota Dewan, Ini Kata Pengamat Politik dari Unand

" Seharusnya mereka berkelahi dalam ide-ide politik yang sehat"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Awal tahun 2018, wajah dewan terhormat Kota Padang kembali tercoreng. Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand), Najmuddin Rasul menilai, hal itu menandakan meruyaknya kebodohan politik.

"Sebagai seorang aktor politik, seharusnya, berkelahi dalam ide-ide politik yang sehat. Tidak ada perkelahian yang lainnnya," ungkap Najmuddin, pada KLIKPOSITIF, Kamis 4 Januari 2018.

Baca : Adu Mulut di Kafe, Wakil Ketua DPRD Padang Laporkan Anggotanya

Yang terjadi, katanya adalah sebuah kelakuan politik yang kurang baik, sebab tidak mencerminkan pendidikan politik. Apalagi, salah satu individu justru membawa ke ranah hukum.

"Berikan pendidikan politik yang baik. Kalau ini justru kebodohan politik yang terjadi. Kalau dibawa ke ranah hukum, ini namannya preman politik. Badan kehormatan, seharusnya menyelesaikan persoalan," katanya.

Akibat yang terjadi justru akan merusak citra partai dan aktor politik lain yang tidak terlibat. "Berpengaruh di partai, pribadi dan situasi politik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, mengatakan sudah mengetahui hal tersebut, namun belum mengetahui persoalannya, sehingga belum dapat bertindak.

"Saya belum ke kantor, saya belum dapat informasi. Saya belum dapat gambarannya seperti apa. Tentu akan ada mekanismenya. Saya belum dapat laporan apa-apa. Kita kan ada empat pimpinan. Kita akan bicarakan. Besok saya ke kantor," ucapnya dihubungi KLIKPOSITIF.

[Cecep Jambak]