Besok, Dinas Peternakan Sumbar Luncurkan Aplikasi I-Ternak

Aplikasi I-Ternak
Aplikasi I-Ternak (tangkapan layar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ratusan peternak Sumbar akan digabung dalam aplikasi I-Ternak, kerjanya seperti Gojek. Jika ingin jadi peternak bisa gabung disana, bagi yang ingin jadi investor juga bisa gabung dalam aplikasi ini. Program ini akan diresmikan dalam waktu dekat

Syaratnya cukup download aplikasinya di smartphone masing-masing. Kemudian, pilih kandang dan sapi yang diinginkan, lalu setorkan modal. Tunggu selama 100 hari, investor bisa mendapatkan keuntungan. "Ini akan kita resmikan tanggal 6 Januari besok di Jakarta," sebut Kepala Dinas Peternakan Sumbar , Erinaldi, Jumat 5 Januari 2018.

baca juga: Facebook Bikin Collab, Aplikasi Mirip TikTok

Cara kerjanya mirip-mirip Gojek atau aplikasi bisnis lainnya. Jika minat, pilih dari menu yang ada, kemudian klik. Hanya saja dalam hal ini, I-Ternak melibatkan perusahaan finansial teknologi (Fintek). Untuk menjalankannya, I-Ternak bekerjama dengan PT. Perlu Fintek Indonesia.

"Perusahaan ini juga sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasinya juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo)," katanya.

baca juga: PSBB Jilid III, Camat Payakumbuh Selatan Siap Disiplinkan Warga di 6 Kelurahan

Ide pengembangan peternakan menggunakan aplikasi internet ini murni berasal dari Sumbar . Diawali dengan adanya program Triarga Model. Program yang menggabungkan peternak-asuransi-pengusaha. Berkolaborasi untuk mengembangkan peternakan sapi pedaging.

"Jadi tetap bagi hasil, investor bisa dapat 40 persen dan peternak bisa 60 persen dengan tanggungan pakan dan perawatan," sebutnya.

baca juga: Twitter Tambahkan Fitur Schedule untuk Twitter Web

Angka itu memang sedikit berbeda dengan program Triarga model. Dalam program Triarga model, peternak bisa mendapatkan 70 persen dari keuntungan, investor hanya 30 persen. Hanya saja tanggungjawab peternak, merawat dan menyediakan pakan. "Karena pakan nantinya ada yang menyediakan,"ujarnya.

Untuk mendukung program ini, Dinas Peternakan Sumbar membentuk peternak yang profesional. Kemudian, mensertifikasi kandang-kandang yang akan dikerjasamakan dengan investor.

baca juga: Perpanjang PSBB, Pemkab Pasbar Persiapkan Hal Ini

"Ketika investor ingin bergabung, dengan memilih kandang dan sapi yang disediakan di aplikasi , kemudian yang tersebut ditansfer ke fintek. Fintek yang akan mengelola keuangan, formatnya tetap sama menggunakan asuransi Jasindo," ujarnya.

Kendati program ini diinisiasi oleh Dinas Peternakan Sumbar , namun pemanfaatan I-Ternak tidak hanya sebatas di Sumbar . Ke depan, kandang-kandang yang sudah sertifikasi juga ada di daerah lain, seperti di Kalimantan, Palembang dan Jawa.

"Karena berbasis daring, makanya kandang tidak hanya ada di Sumbar . Investor bisa memilih kandang dimana saja, dengan konsekuensi hasil yang sama. Untuk itu kita berupaya menguatkan peternak kita di Sumbar ," ujarnya.

Ada dua keuntungan yang dapat diperoleh dari program tersebut. Pertama, aplikasi dapat membantu petani meningkatkan pendapatan, karena memperoleh modal usaha tidak perlu lagi berumit-rumit dengan bank. Setiap saat investor datang, tinggal meningkatkan profesionalitas.

Kemudian, usaha peternakan menjadi lebih bergairah. Beternak bukan lagi usaha yang kotor, tapi menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. "Bagi kita pemerintah, bagaimana ketersediaan pangan daging terjamin," pungkasnya

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto