271 Kasus Perceraian Terjadi di Pessel Sepanjang 2017

"Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya"
ilustrasi perceraian (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pesisir Selatan menangani 271 kasus perceraian sepanjang 2017 di daerah itu. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun lalu, kasus gugat cerai dan talak tercatat sebanyak 274 kasus, di tahun 2017 ini menurun sebanyak 3 kasus," sebut Ketua PA Pesisir Selatan, M Ihsan pada KLIKPOSITIF, Selasa 9 Januari 2018.

Dia menjelaskan, terjadinya tingkat perceraian tersebut karena banyak persoalan, diantaranya cekcok masalah ekonomi dan persoalan selingkuh. Persoalan ini dikatakan sering menjadi keluhan dari masing-masing pasangan yang diakibatkan belum matang dalam menikah.

"Paling dominan disebabkan persoalan ekonomi, disamping juga perselingkuhan dan kekerasan terhadap pasangannya," terangnya.

Lanjutnya, dari 271 kasus selama tahun 2017 yang sudah dinyatakan inkrah atau diputuskan telah selesai sebanyak 242 kasus, sedangkan, sisanya sebanyak 29 kasus masih proses putus di tahun 2018 ini.

"Untuk mencari titik terang, setiap pasangan selalu kita proses dengan cara mediasi. Namun, terkadang proses mediasi tidak menjadi jalan keluar dari persoalan rumah tangga yang dialami pasangan," terangnya.

Dia berharap, meski menurun, persoalan perceraian sedapatnya bisa dihindarkan. Sebab, keutuhan rumah tangga salah satu perintah agama dalam menjaga bahagianya kehidupan.

"Kepada semua pihak, seperti ninik mamak, alim ulama dan tokoh masyarakat, diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada setiap pasutri sebelum meinkah. Rata-rata persoalan ini terjadi dari pasangan mulai umur 25 sampai 35 tahun," tutupnya.

[Kiki Julnasri Priatama]