Golkar Tunggu Revisi UU MD3 Untuk Pengisian Jabatan Ketua DPR

"Masa sidang sekarang ini harus bisa, harus masa sidang ini. Bahkan kalau bisa Baleg menyelesaiakan revisi UU MD3 dalam waktu satu minggu"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Untuk pengisian jabatan Ketua DPR RI, Fraksi Golkar menginginkan setelah revisi UU MD3. Golkar ingin mengambil satu langkah, tetapi dua persoalan bisa selesai.

Dua masalah itu adalah adanya usulan penambahan kursi Wakil Ketua DPR dari PDI Perjuangan dan pengisian jabatan Ketua DPR yang kosong setelah ditinggalkan Setya Novanto.

Menurut Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji kepada pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (09/1/2018), penambahan kursi Wakil Ketua DPR untuk Fraksi PDI Perjuangan yang merupakan bentuk penghormatan kepada pemenang pemilu 2104.

Sehubungan dengan kedua persoalan tersebut, lanjut Sarmuji, Golkar akan mengambil satu langkah tetapi dua persoalan itu bisa selesai. “Kita sudah sampaikan kepada Pimpinan Baleg melalui Wakil Ketua dari Golkar, dengan harapan supaya dapat menyelesaikan revisi UU MD3 dalam waktu secepatnya. Karena tinggal finishing saja,” jelasnya.

Karena tinggal finishing maka selanjutnya proses pengambilan keputusan ada opsi-opsi, dan diambil keputusan. “Masa sidang sekarang ini harus bisa, harus masa sidang ini. Bahkan kalau bisa Baleg menyelesaiakan revisi UU MD3 dalam waktu satu minggu,” tandas anggota Komisi XI DPR ini.

Sejauh ini ada tiga nama yang mencuat diajukan sebagai Ketua DPR yakni anggota DPR Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Badan Anggaran DPR Azis Samsudin dan Ketua Komisi III Bambang Soesatyo.

Sarmuji juga menambahkan bahwa, dulu menyelesaikan RUU Pilkada satu minggu selesai. Apalagi revisi UU MD3 ini tinggal mengambil keputusan saja, sehingga pengisian jabatan Ketua DPR segera bisa dilakukan. (*)

Sumber: dpr.go.id