Giliran PHRI Bukittinggi yang Sesalkan Pernyataan Ketua ASITA Sumbar

"Pernyataan seperti itu seharusnya tak perlu diutarakan"
Kota Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi menyesalkan pernyataan yang dilontarkan Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel  Agencies (Asita) Sumbar Ian Hanafiah terkait mengarahkan kunjungan wisatawan ke Padang ketimbang Bukittinggi dengan alasan ketersediaan hotel dan macet saat libur natal dan tahun baru. 

Sebut PHRI, pernyataan seperti itu seharusnya tak perlu diutarakan.

Baca : Asita Arahkan Pengunjung ke Padang, Penginapan di Bukittinggi Tetap Penuh

"Sangat kita sayangkan. Kalau dia bukan pelaku wisata tak akan kita sesalkan," jelas Ketua PHRI Bukittinggi Vina Kumala, didampingi Sekretaris Moch Abdi dan Kabid Humas PHRI Syafril beserta pengurus PHRI lainnya.

Ucapan Ketua Asita, rupanya tak terbukti. Sebab pada malam pergantian tahun 2017 ke 2018, pengunjung tetap memilih berwisata ke Bukittinggi serta tingkat hunian hotel sangat tinggi. Sementara masalah macet tidak hanya melanda Kota Bukittinggi, tapi juga melanda sebagian besar daerah di Sumbar.

"Lalu terkait harga hotel di Bukittinggi yang naik drastis, itu juga tak betul. Sebab, kami hanya memberlakukan tarif hotel tanpa diskon saat libur Natal dan Tahun Baru," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias juga mempertanyakan pernyataan Ian Hanafiah, apakah itu pernyataan pribadi atau institusi serta mempertanyakan tujuan membuat pernyataan tersebut, karena itu tentu saja sangat merugikan Kota Bukittinggi.

[Hatta Rizal]