Para Ninik Mamak Datangi Mapolres Pessel

"Mereka minta polisi mengusut dugaan pungli alas hak tanah"
Sejumlah ninik mamak datangi Mapolres Pessel (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Para ninik mamak di empat nagari Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan mendatangi Mapolres Pesisir Selatan, terkait pengusutan kasus dugaan pungutan liar (pungli) alas hak tanah yang dilakukan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat, Kamis 11 Januari 2018.

Para ninik mamak itu diantaranya berasal dari Nagari Koto Berapak, Nagari Kapelgam, Nagari Kubang dan Nagari Koto Baru.

Mereka meminta, aparat kepolisian bersikap tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, para anak dan kemenakan mereka yang megurus alas hak tanah sudah merasa dibodohi oleh oknum KAN yang tidak bertanggung jawab di nagari itu.

"Terkait persoalan ini, kami berharap kepada penegak hukum untuk menindak tegas ulah beberapa oknum KAN Koto Berapak, agar memberikan efek jera dikemudian hari," imbuhnya.

Salah seorang korban, Deni Esi (47), warga Nagarian Koto Berapak- Bayang, mengaku sudah di tipu oleh beberapa perangkat KAN Koto Berapak, saat pengurusan PTSL. Dirinta diminta mengeluarkan uang sebesar Rp 1 juta saat pengurusan sertifikat alas hak tanah, sementara hasilnya tidak ada.

Senada dengan itu, Rahman (65) Warga Koto Baru juga menginginkan pengurusan alas hak tanah yang mereka urus bisa tindak lanjuti, sebab mereka sudah mengeluarkan uang sebesar Rp1 juta.

"Saya sudah punya surat akta tanah. Namun pihak KAN masih meminta fotocopy KTP. Dan untuk pengurusan sertifikat PTSL itu, saya juga sudah bayar Rp1 juta, namun sampai saat ini sertifikatnya belum juga saya terima," pungkasnya.

[Kiki Julnasri]