Sumbar Tentang LGBT, Masalah Bersama dan Harus Ditangani Secepat Mungkin

"Sekarang masalahnya di pelaksanaan, seluruh pihak sudah jelas sikapnya"
ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Komisi V DPRD Sumbar Hidayat menyatakan persoalan LGBT harus ditangani secara cepat dan dilakukan secara bersama-sama.

"Untuk itu regulasinya harus ada. Kalau tidak, tidak ada penganggaran apakah itu dimasukan dalam Perda Anti Maksiat yang direvisi atau ada Perda baru," kata Hidayat.

Dijelaskannya, dalam kondisi mendesak, boleh Program Pembentukan Perda (Propemperda) direvisi, sehingga tidak perlu menunggu tahun depan. Jika naskah akademik revisi Perda Anti Maksiat segera masuk, 2 atau 3 bulan bisa clear, dan harus melibatkan masyarakat

Menurutnya ada kecenderungan masalah ekonomi ikut melatarbelakangi berkembangnya perilaku LGBT di Sumbar. Sebab itu, LGBT mesti menjadi masalah bersama, dan penangkalannya pun menjadi aksi yang harus dilakukan bersama.

“Sekarang masalahnya di pelaksanaan, seluruh pihak sudah jelas sikapnya," kata Hidayat, Jumat, 12 Januari 2018.

Kemudian, Polisi Pamong Praja (Pol PP), lanjut Hidayat, juga bisa dimaksimalkan untuk bergerak melakukan pekerjaan ini, tapi tentu dengan adanya support yang jelas kepada satuan tersebut.

Sehubungan dengan itu, Hidayat juga mengusulkan agar Masjid Raya Sumbar dalam pengelolaannya juga harus menyedikan pos tempat menyampaikan kegelisahan umat. Sehingga masyarakat tidak mencari jalan lain untuk curhat.

“Harus ada ahli agama yang standby mendengarkan masyarakat di Masjid Raya Sumbar. Ini bentuk penangkalan juga, dan bukti pemerintah hadir untuk masyarakat. Meski pun tidak Perda, deklarasi anti LGBT seluruh pihak secara bersama-sama juga bisa jadi opsi. Kami akan komunikasikan dengan kawan-kawan lain di DPRD,” tutupnya.

Hal tersebut juga dibahas dalam Rakor Penanganan LGBT di Sumbar pada Kamis (11/1). Dalam rakor banyak masukan, di antaranya dalam aspek pendidikan, mengingat saat ini 75 persen bobot pelajaran di sekolah adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Umum, sedangkan ... Baca halaman selanjutnya