Kekhawatiran Iran saat Trump Pertimbangkan Sanksi Nuklir Baru

"Trump, yang telah berulang kali berjanji "merobek" kesepakatan yang ditandatangani oleh pendahulunya, Barack Obama."
Presiden AS Donald Trump akan memutuskan apakah akan mengajukan sanksi luas kepada Iran atau tidak (http://www.nuga.co)

KLIKPOSITIF - Presiden AS Donald Trump akan memutuskan apakah akan mengajukan sanksi luas kepada Iran atau tidak, dalam serangkaian tindakan yang mempertanyakan kelangsungan hidup kesepakatan nuklir 2015 antara kekuatan dunia dan Republik Islam.

Trump, yang telah berulang kali berjanji "merobek" kesepakatan yang ditandatangani oleh pendahulunya, Barack Obama.

Analis mengatakan ketidakpastian Trump telah meninggalkan keragu-raguan di seputar ibu kota dunia. Hal itu memperingatkan tindakannya dalam memaksa Teheran meninggalkan kesepakatan tersebut.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan nuklir pada 2015, sanksi AS terhadap Iran dibebaskan. Tapi presiden AS diharuskan memperbaharui pengabaian itu setiap 120 hari.

Dilansir dari laman Aljazeera, jika Trump gagal melakukannya, beberapa sanksi AS terhadap Iran secara otomatis muncul kembali, termasuk yang menentang bisnis Iran dan perusahaan asing yang berurusan dengan Iran. Terakhir kali Trump mengeluarkan pengabaian pada bulan September 2017.