Studi: Embrio Beku Sama Baiknya dengan Embrio Segar

"Teknik embrio beku semakin populer di klinik kesuburan di seluruh dunia"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Tingkat keberhasilan transfer embrio beku untuk fertilisasi in vitro (IVF) hampir sama dengan atau bahkan lebih baik daripada yang alami/segar.

"Teknik embrio beku semakin populer di klinik kesuburan di seluruh dunia," kata penulis utama Lan Vuong dari University of Medicine and Pharmacy di Ho Chi Minh City dalam sebuah pernyataan.

"Inilah salah satu alasan mengapa penelitian kami penting bagi dokter dan peneliti kesuburan, dan tentu saja pasangan yang berharap memiliki anak," kata Vuong.

Studi tersebut menyelidiki hampir 800 wanita yang mengalami infertilitas yang tidak terkait dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Wanita dalam penelitian ini diberi satu siklus IVF, di mana ada transfer embrio segar terjadi, atau semua embrio dibekukan dan satu siklus embrio yang dicairkan terjadi kemudian tanpa menggunakan obat-obatan IVF.

Setelah siklus IVF yang pertama selesai, kehamilan yang sedang berlangsung terjadi pada 36 persen wanita dalam kelompok embrio beku, dan pada 35 persen kelompok embrio segar.

Tingkat kelahiran hidup setelah transfer embrio pertama yakni 34 persen pada kelompok embrio beku, dan 32 persen pada kelompok embrio segar.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang mengalami infertilitas karena PCOS mendapat manfaat dari tingkat kelahiran hidup yang jauh lebih tinggi dari embrio beku dalam prosedur IVF," kata Mol.

"Studi baru ini menunjukkan bahwa wanita subur yang tidak menderita PCOS memiliki tingkat kelahiran IVF yang setara dengan embrio beku merupakan berita penting bagi wanita subur di seluruh dunia," katanya.

"Temuan utama kami yakni embrio pembekuan untuk IVF tidak membahayakan kesempatan pasangan memiliki bayi. Setelah transfer embrio segar yang pertama, akan memungkinkan untuk membekukan embrio yang tersisa dan ... Baca halaman selanjutnya