Pembangunan Menara Masjid Raya Sumbar Tak Selesai, Kontraktor Didenda

"Mereka hanya mampu mampu menyelesaikan pekerjaan 71 persen pada 2017"
Menara Masjid Raya Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)
yang masih hidup, dan terlihat seorang satpam memantau menara dari lantai dua masjid.

Sebelumnya, menara Masjid Raya Sumbar dibangun setinggi 85 meter, kurang dari rencana sebelumnya 99 meter. Pengurangan tersebut sesuai dengan batas boleh bangunan tertinggi di Kota Padang.

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid terbesar Sumbar yang pembangunannya dimulai pada  21 Desember 2007. Pembangunan dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dari provinsi. Total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan masjid itu hingga selesai mencapai Rp256 miliar. Jumlah yang sangat besar itu disebabkan struktur bangunan yang dibuat tahan terhadap gempa.

Masjid yang dipenuhi ukiran khas Minangkabau yang mempesona itu terdiri atas tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai dua, terhubung dengan teras terbuka yang melandai ke jalan.  Bangunan masjid berdiri di atas lahan seluas 40.343 meter persegi itu berbentuk persegi yang melancip di keempat penjurunya, melambangkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berbagi kehormatan memindahkan batu Hajar Aswad dengan memegang masing-masing sudut kain. 

Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau Rumah Gadang.

[Joni Abdul Kasir]