IKABE : Angkot di Bukittinggi Menuju Kematian

"Angkot mulai mengalami kematian. Penumpang, sudah berkurang 50 persen sejak adanya angkutan online"
Angkot Ikabe Ngetem di Pasar Bawah (Hatta Rizal/KLIKPOSITIF)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Ketua Lapangan IKABE, Syahril mengungkapkan kegelisahannya terkait maraknya angkutan liar yang beroperasi tanpa aturan di Bukittinggi.

Salah satu organisasi armada angkot terbesar di Bukittinggi itu mengatakan, jika angkutan online tetap beoperasi tanpa aturan dari pemerintah, maka hal ini akan membunuh angkutan konvensional seperti angkot.

"Angkot mulai mengalami kematian. Penumpang, sudah berkurang 50 persen sejak adanya angkutan online," jelas Syahril.

Kian hari, sebut Syahril, kondisi angkot makin memprihatinkan.

"Jangankan penumpang yang hilang, mencari pengemudi yang mau membawa angkot saja sudah susah. Sebab sopir sulit untuk menutupi setoran,"jelasnya.

Sepinya penumpang, tak hanya berpengaruh terhadap omset, hal ini juga membawa efek turunan lain yakni murahnya harga jual angkot.

"Sebelum ada angkutan online, harga jual satu angkot bisa 120 juta. Sekarang 70 juta saja gak laku,"ujarnya.

Untuk itu, sebut Syahril, Ia menuntut keadilan dari Pemerintah agar membuat aturan baku terhadap angkutan online tersebut.

"Sebelum beroperasi, kita tak bisa seenaknya, kita harus ikut segala perizinan, baik uji kelayakan ataupun biaya restribusi. Trayeknya pun ditentukan. Beda dengan Angkutan online yang bebas kemana saja,"pungkasnya.

Saat ini, jumlah angkot yang beroperasi di wilayah Bukittinggi berkisar sebanyak 1534 unit, sementara info yang beredar, jumlah angkutan online sudah lebih besar dari angkot.

[Hatta Rizal]