11 Pendonor di Kota Padang Dapat Satya Lencana dari Presiden

"kebutuhan darah di Kota Padang saja, perharinya mencapai 100 kantong, sehingga jika dikalkulasikan perbulan kebutuhan kantong darah mencapai 3000 kantong"
Kepala Unit Tranfusi darah PMI Cabang Padang, Widyarman (Joni ABK/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dalam setahun, perkiraan kebutuhan darah di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 50 ribu kantong. Darah sebanyak itu digunakan untuk memenuhi pasien yang membutuhkan darah saat berada di rumah sakit.

Di rumah sakit yang berbeda di Kota Padang saja dalam sehari dibutuhkan 100 kantong darah dikali 360 hari (satu tahun). Artinya sekitar 36 ribu kantong darah harus tersedia setiap tahun.

Kepala Unit Tranfusi darah PMI Cabang Padang, Widyarman saat memberikan penghargaan kepada pendonor di Auditorium Gubernur, Rabu 17 Januari 2018 mengatakan, jumlah tersebut belum terpenuhi secara menyeluruh sehingga, perlu mengenjot masyarakat untuk lebih aktif lagi dalam menyumbangkan darahnya.

"Untuk kebutuhan darah kita memang masih ada kekurangan, namun tidak begitu banyak. Sebab, pendonor darah juga mengalami peningkatan. Baik itu dari sukarela maupun anggota keluarga. Dari sukarela saja pendonor kita mencapai 90 persen dan anggota keluarga sekitar 10 persen," ujar

Dikatakan Widy, kebutuhan darah di Kota Padang saja, perharinya mencapai 100 kantong, sehingga jika dikalkulasikan perbulan kebutuhan kantong darah mencapai 3000 kantong. Apalagi, darah yang ada di Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit.

Dalam kesempatan itu, kata Widy juga diserahkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden kepada para pendonor 100 kali sebanyak 11 orang. Dan, juga piagam kepada pendonor 10 kali, 25 kali, 50 kali dan 75 kali. Kemudian penghargaan kepada 34 intansi baik pemerintah maupun swasta.

"Untuk 10 kali (967 orang), 25 kali (187 orang), 50 kali (68 orang), kemudian 75 kali (14 orang)," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi para penerima penghargaan sehingga dapat menjadi motivasi untuk terus mengencarkan donor darah. Karena, selain untuk kesehatan. Namun juga bentuk aksi kemanusian.

"Dengan mendonorkan darah ... Baca halaman selanjutnya