PN Padang Runtuhkan Dinding Belakang Mall dan Hotel Basko, Ini Tanggapan Basrizal Koto

"Ini jelas tidak masuk akal. Saya akan melakukan perlawanan"
Satu unit excavator eruntuhkan dinding bangunan bagian belakang hotel Basko (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemilik PT Basko Minang Plaza, Basrizal Koto, akan menuntutu pihak Pengadilan Negeri Padang, karena hotel dan mall bukan termasuk objek eksekusi.

"Saya akan laporkan ke Mahkamah Agung, karena saya dirugikan. Sebab, hotel dan mall tidak masuk objek eksekusi," kata Basrizal Koto kepada wartawan di lokasi eksekusi, Kamis, 18 Januari 2018) siang.

Menurutnya, apa yang dilakukan pihak Pengadilan Negeri Padang itu tidak masuk akal, karena yang jadi objek eksekusi bukan mall dan hotel, tapi lahan parkir seluas 2100 meter lebih.

"Ini jelas tidak masuk akal. Saya akan melakukan perlawanan. Objek perkara yang diukur ternyata bukan 2100 meter persegi, tapi hampir 7000 meter persegi. Ini sangat merugikan, lampu dimatikan semua dicabut. Tidak ada keadilan kepada kami," ujarnya.

Saat ini, proses eksekusi tengah dihentikan, karena pada pukul 14.00 WIB, pihak pemohon (Basrizal Koto) meminta waktu selama 2 jam untuk mengevakuasi barang-barang yang ada di lokasi eksekusi.(*)