DPRD Padang Khawatir Terjadi Mobilisasi Mahasiswa Saat Pilkada

"Apapun namanya, sebetulnya sudah ada aturan wajib KTP yang di atas satu tahun berdomisili di Kota Padang"
Suasana Rapat kerja dengan KPU Padang dan Kesbangpol (Cecep Jambak/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang merisaukan jelang perhelatan pilkada dimulai, akan terjadi indikasi mobilisasi masa terutama mahasiswa luar Kota Padang, untuk memilih calon tertentu.

Untuk itu, DPRD meminta pihak KPU melakukan proses kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit), yang dimulai besok Sabtu 19 Januari, dilakukan dengan sebaik mungkin.

"Apapun namanya, sebetulnya sudah ada aturan wajib KTP yang di atas satu tahun berdomisili di Kota Padang. Yang jadi pertanyaan kita, jangan sampai mahasiswa yang tidak terdata ini digunakan sebagai pendukung parpol tertentu untuk menambah suara pada salah satu kandidat," ungkap Ketua Komisi l, DPRD Padang, Azirwan, usai Rapat kerja dengan KPU Padang dan Kesbangpol, Jum'at 19 Januari 2018.

Kekhawatiran itu, katanya juga terjadi ketika melihat sejarah jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada dulu yang hanya sekitar 50 an persen. Sehingga akan ada pengkondisian mahasiswa tersebut. Tidak hanya mahasiswa, kekhawatitan itu juga ada pada pemilih pemula yang saat ini cukup besar yakni 20 persen.

"Yang jelas, kita sudah mengetahui ada pembinaan dari partai selama ini yang betul-betul melekat pada mahasiswa yang berazaskan pada satu kelompok," ujarnya.

Untuk itu, nantinya berdasarkan data, pihaknya akan siap melakukan proses pengawasan sesuai dengan tupoksi DPRD, dan tentu secara mekanismenya juga akan memberikan sanksi pada partai yang terindikasi melakukan hal itu.

"Untuk pengawasan tentu ada tindak lanjut untuk sanksi. Kalau terbukti, sesuai fungsi pengawasan, kita akan melakukan sesuai aturan," ujarnya.

Ketua KPU Padang, M Sawati, mengatakan tidak terlalu khawatir akan adanya perbuatan mobilisasi mahasiswa yang bukan penduduk asli Padang untuk mendukung calon tertentu. Pasalnya, siapapun itu, jika dalam hasil coklit tidak terdaftar sebagai penduduk Kota Padang, maka tidak akan dapat memilih.

"Makanya besok ... Baca halaman selanjutnya