Palestina Lawan Pelanggaran Dokumentasi Facebook dan YouTube

"Hal itu merupakan inisiatif baru untuk menetapkan dan memulihkan beberapa tanah yang hilang secara online."
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Ramallah, yang diduduki Tepi Barat - Di tengah ruang yang terus menyusut untuk tidak membedakan suara orang-orang Palestina. Hal itu merupakan inisiatif baru untuk menetapkan dan memulihkan beberapa tanah yang hilang secara online.

Sada Social, yang merupakan sebuah kelompok yang mendokumentasikan pelanggaran terhadap konten Palestina di jejaring sosial seperti Facebook dan YouTube bekerja sama dengan para eksekutifnya untuk memulihkan beberapa halaman dan akun yang telah ditutup .

Sementara platform media sosial tidak menolak konten karena alasan politis secara terang-terangan. Mereka menolak apa yang dianggap ucapan kebencian atau hasutan kekerasan, dan juga bentuk pelecehan online lainnya yang dapat dilaporkan oleh setiap orang.

Namun wartawan Palestina, aktivis dan orang-orang di belakang Sada Social mengatakan bahwa ada standar ganda mengenai penegakan kebijakan platform.

"Ada kesenjangan yang sangat besar antara orang-orang Palestina dan Israel," kata pendiri Sada Social Iyad Alrefaie kepada Al Jazeera. Pihaknya menjelaskan bahwa gagasan untuk inisiatif semacam itu berasal dari apa yang dia lihat sebagai ketidakseimbangan dalam cara jaringan sosial menangani penyensoran di Israel dalam konteks Palestina

"[Tidak ada yang terjadi] kepada orang-orang Israel yang menerbitkan sebuah status yang menyerukan pembunuhan orang-orang Palestina. Tapi jika orang Palestina mengeposkan berita tentang sesuatu yang terjadi di lapangan atau dilakukan oleh seorang tentara Israel, Facebook [dapat] menutup akun atau halaman tersebut, atau menghapus posnya," tuturnya.

Pusat Arab untuk Kemitraan Media Sosial, Israel memiliki lebih dari 200 file kriminal terhadap para aktivis Arab dan Palestina yang menuduh mereka melakukan hasutan di internet, sementara "hampir tidak ada satu kasus" pun telah dibuka terhadap para penghasut Israel.

Alrefaie mengedit sebuah platform bernama Quds News ... Baca halaman selanjutnya