Kepala UPT Pertanian Kabupaten Solok Terjaring OTT Korupsi

"Oknum KMD ditangkap pada Jumat 26 Januari 2018"
Publis kasus penangkapan dugaan korupsi yang melibatkan Kepala UPT Pertanian Kabupaten Solok (Istimewa)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Arosuka menangkap oknum kepala UPT Pertanian Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, KMD (53) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan tindak pidana korupsi.

Oknum KMD ditangkap pada Jumat 26 Januari 2018 atas dugaan penyalahgunaan dan praktek penjualan surat jalan atau surat karantina bawang kepada pedagang dan petani.

Kapolres Arosuka AKBP Ferri Irawan mengatakan, saat penangkapan petugas berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp300 ribu, 40 lembar surat jalan atau surat karantina bawang merah yang di cap stempel dan di tanda tangani oleh Kepala UPT, satu buah stempel UPT Pertanian Wilayah Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok berikut bantalan stempel.

Dalam prakteknya, oknum KMD diketahui kerap memperjualbelikan surat jalan atau surat karantina bawang kepada pedagang dan petani bawang yang hendak menjual hasil panen bawang ke luar daerah seperti Medan Provinsi Sumatera Utara.

"Diduga pemaku mengutip uang sebesar Rp25.000 perlembar surat sebagai bentuk surat jalan atau surat karantina bawang masyarakat," kata Ferri.

Ia menjelaskan kebijakan pengeluaran surat Karantina itu sendiri dilakukan tersangka tanpa sepengetahuan pimpinan. Bahkan Pemda Kabupaten Solok mengaku tidak pernah menerbitkan surat tersebut. Hal itu merupakan inisiatif pelaku.

Tersangka KMD ditangkap langsung dihadapan sejumlah pedagang, proses penangkapan sendiri dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Doni Aryanto dan timnya.

"Penangkapan sendiri dilakukan berdasarkan informasi yang kami peroleh dari masyarakat yang telah resah dengan praktek tersebut," sebut Ferri.

Dari praktek tersebut, Ferri menyebut bahwa oknum KMD bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp750 ribu perhari, yang diperoleh dari pedagang dan petani.

"Pengakuan pelaku, pungutan ini sudah berlansung sejak tahun 2016 silam, bisa dibayangkan sudah berapa uang masyarakat yang diraup pelaku jika ... Baca halaman selanjutnya