Aksi Vandalisme Marak di Bukittinggi, Ini Ancaman Hukumannya

"bagi pelaku vandalisme di fasilitas umum di Bukittinggi yang kedapatan melakukan aksi tersebut, ancamannya tidaklah main-main, bisa dipidanakan"
Salah satu kursi di trotoar Jalan Sudirman, Bukittinggi jadi tempat aksi vandalisme. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Aksi vandalisme (coret-coret) di Bukittinggi semakin merajalela mungkin sebaiknya putuskan untuk berhenti. Pasalnya, bagi pelaku vandalisme di fasilitas umum di Bukittinggi yang kedapatan melakukan aksi tersebut, ancamannya tidaklah main-main, bisa dipidanakan.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Bukittinggi, Dodi Andresia mengatakan, pelaku jika tertangkap bisa diancam pidana dan denda. "Itu ada aturannya dalam Perda No.3 tahun 2005 tentang Tibum. Pidananya bisa berupa kurungan selama tiga bulan atau denda paling banyak Rp1 juta," jelas Dodi, Selasa 30 Januari 2018.

Kategori pelanggaran dalam fasilitas umum tersebut, jelas Dodi, meliputi aksi mencoret, menempelkan, menulis, mengotori dinding tembok bangunan pemerintah, rumah ibadah maupun fasilitas untuk publik lainnya. "Ini juga termasuk kursi di trotoar Sudirman maupun objek-objek wisata lainnya, jadi jangan coba-coba merusak," tegas Dodi.

Sebelumnya, kursi-kursi di Trotoar Sudirman terpantau sudah dicoret-coret oleh tangan jahil. Tak diketahui sejak kapan kursi tersebut mulai dicoret. Sejauh ini pantauan KLIKPOSITIF, sudah ada 7 kursi yang dicoret dengan cara mengikis cat yang menempel.

[Hatta Rizal]