Amerika Serikat dan PBB Prihatin Soal Temuan Makam Massal Baru Rohingya

"Lebih dari lima kuburan massal baru ditemukan di Desa Gu Dar Pyin"
Pengungsi Rohingya (CNN)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Laporan investigasi kantor berita Associated Press mengungkap sedikitnya lima kuburan massal Rohingya di wilayah konflik Rakhine, Myanmar.

Kantor berita itu mengungkap ada lebih dari lima kuburan massal baru ditemukan di Desa Gu Dar Pyin. Hal itu terungkap usai wawancara yang dilakukan dengan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Dalam laporan yang dikutip The Guardian, sejumlah saksi mata mengaku melihat tentara Myanmar menggiring etnis Rohingya ke lubang-lubang tersebut dan membunuhnya.

Pengungsi mengaku telah melihat tiga kuburan massal di pintu masuk utara desa tersebut. Berdasarkan kesaksian pengungsi korban pembunuhan massal di desa itu bisa mencapai 400 orang.

Saksi-saksi lainnya juga mengaku melihat kuburan-kuburan massal lain yang lebih kecil tersebar di desa mereka.

Penemuan ini menjadi bukti terbaru yang menegaskan dugaan genosida di Myanmar.

Namun otoritas Myanmar menutup akses bagi media dan organisasi pemantau ke Desa Gu Dar Pyin. Akibatnya belum jelas berapa banyak korban yang ada dalam kuburan massal tersebut.

Penemuan tersebut lantas mengundang keprihatinan Amerika Serikat dan Persatuan Bangsa-Bangsa.

"Kami sangat sangat terganggu mendengar berita soal adanya kuburan massal tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.

Citra satelit dari DigitalGlobe memperlihatkan bahwa sebagian besar rumah di daerah itu sudah hangus terbakar.

Myanmar berkeras membantah telah melakukan pelanggaran HAM. Pemerintah juga menyatakan bahwa pembantaian tidak pernah terjadi.

Militer sejauh ini hanya mengakui kebenaran satu kuburan massal di desa Inn Din berisikan 10 terduga teroris-bagi Myanmar-yang hingga kini belum bisa dipastikan kebenarnnya.

Terkait dengan temuan itu, PBB menegaskan pentingnya akses bagi PBB ke negara bagian Rakhine.

"Hingga kini kami tidak punya akses ke sana, itu yang kami ... Baca halaman selanjutnya