Kemkominfo Pantau Potensi Hoaks Saat Pilkada

"Kemkominfo RI pun sudah melakukan upaya untuk menangkal beredarnya hoaks dengan menggandeng KPU dan Bawaslu"
Menkominfo RI, Rudiantara saat menjadio keynote speaker di Convention Hall Unand. (KLIKPOSITIF/Agoes Embun)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Rudiantara mengatakan, masa Pilkada dan Pileg serta Pilpres adalah masa yang sangat rawan beredarnya hoaks. Makanya, Kemkominfo RI pun sudah melakukan upaya untuk menangkal beredarnya hoaks dengan menggandeng KPU dan Bawaslu.

"Kita sudah melakukan MoU dengan Bawaslu dan KPU untuk menangkal itu. Jika memang ditemukan pelanggaran terhadap proses tersebut di dunia maya atau media sosial, Bawaslu bisa langsung melaporkan ke kita," ucap Rudiantara saat memberi sambutan di Convention Hall Unand, Rabu 7 Februari 2018.

Selain itu, Rudiantara juga mengajak masyarakat agar lebih cerdas dalam menerima apapun yang didapat dari internet, terlebih pada masa Pemilu kali ini.

Setidaknya, tim dari Kemkominfo sendiri sudah mendata ribuan situs yang mengandung unsur hoaks dan berpotensi akan membuat gaduh pada helatan Pemilu 2019 mendatang.

"Tim kita sudah mendata situs-situs yang berpotensi membuat gaduh itu. Diharapkan kepada masyarakat agar lebih jeli dalam menerimanya," tutur Rudiantara.

Dia juga menjelaskan bagaimana cara mendeteksi suatu informasi yang diterima dari internet dan media sosial itu hoaks atau tidak. "Mengidentifikasi hoaks itu mudah. Biasanya berkelompok. Contohnya "Ayo viralkan ini, klik ini untuk itu", itu sudah masuk ke dalam golongan hoaks. Cuma butuh satu menit," jelasnya. (*)