Di Dharmasraya, Jokowi Sebut Bapak Nggak Boleh Minta untuk Beli Rokok

"Jokowi mengingatkan kepada warga agar penerimam PKH digunakan sesuai peruntukan"
Presiden Jokowi menyalami warga Dharmasraya, Rabu (07/02/2018) (Facebook Irwan Prayitno)

PADANG,KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Pangan Rastra, di lapangan bola Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu 7 Februari 2018.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan kepada warga agar penerimam PKH digunakan sesuai peruntukan.

“Dana PKH Ini adalah untuk gizi anak, untuk pendidikan anak, untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah anak. Tidak boleh untuk beli rokok. Jadi, Bapak enggak boleh minta untuk beli rokok,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham menyebutkan, sebanyak 3.000 orang penerima Program keluarga harapan (PKH) dan 1.500 orang penerima Kartu indonesia Pintar (KIP) menerima bantuan dalam kunjungan presiden di Kabupaten Dharmasraya. Artinya, 4.500 orang mendapatkan bantuan dari persiden.

Dijelaskan Idrus, mereka yang menerima PKH secara tidak langsung juga menerima Beras Sejahtera (Rastra).

Pemerintah menargetkan pembagian dana bansos bulan Februari 2018 ini tuntas, dengan rincian sebanyak10 juta penerima PKH seluruh Indonesia, dan 15 juta penerima rastra.

“Ini kali kedua keluarga miskin menerima rastra. Kita canangkan bulan ini tuntas dan ke depan dilakukan secara paralel yang mendapatkan PKH juga mendapatkan rastra,” tuturnya saat mendampingi Jokowi di Dharmasraya.

Tujuan dari semua bantuan tersebut katanya, agar masyarakat yang masih di bawah garis kemiskinan terangkat derajatnya. Hal itu juga sebagai bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.

“Ke depan, data penerima bantuan akan selalu kami perbarui, sehingga jelas mana saja mereka yang ke luar dari kemiskinan alias mandiri. Kemudian bantuan ini akan dikawal secara bertahap,” tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]