Sidak di Rutan Anak Aia, Ombudsman Dapati Dua Warga Binaan Kabur

"Mereka sadar sekitar jam 6 sore kan ada waktu apel. Saat dihitung kurang dua. Setelah dicari, ternyata sudah ada menempel di tembok sejenis kayu untuk memanjat"
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Untuk kesekian kalinya, kasus warga binaan kabur terjadi di Rutan di Sumbar. Kali ini terjadi di Rutan Kelas ll B Anak Aia, Padang, Jum'at 9 Februari 2018.

Dua orang kabur diduga dengan cara melompati pagar, pada saat izin keluar blok. Kejadian diketahui saat apel penghitungan pertukaran piket sore pukul 18.00 wib.

Pelaksana Tugas (Plt) Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, menyebut, mengetahui kejadian saat Ombudsman RI menggelar inspeksi mendadak (sidak).

"Mereka sadar sekitar jam 6 sore kan ada waktu apel. Saat dihitung kurang dua. Setelah dicari, ternyata sudah ada menempel di tembok sejenis kayu untuk memanjat," terang Adel, Sabtu 10 Februari 2018.

Adel menganalisa, kejadian wajar terjadi karena pagar tidak memiliki kawat berduri.

"Yang menjadi masalah secara teknis pagar mereka itu bisa dipanjat dengan alat bantu. Karena tidak ada kawat berduri, cctv. Wajar banyak yang kabur," ujarnya.

Selain itu, katanya proses pengawasan pada warga binaan saat izin keluar blok dinilai juga sangat renggang.

"Memang sore itu sudah masuk blok. Sebelumnya ada izin. Apakah itu ke musala atau yang lainnya. Diizinkan oleh petugas. Tapi petugas itu tidak mengawasi lagi apakah balik lagi ke blok," tuturnya.

Bahkan, katanya petugas tersebut justru sudah pulang, karena jam kerja yang sudah habis. Pengakuan pihak rutan, katanya telah melakukan pengejaran, namun hingga kini Adel belum mendapatkan kabar.

"Mesti tetap mengawasi kemana orang itu, apa saja yang menjadi urusan mereka. Kata kepala pengamannya justru petugas yang memberikan izin sudah pulang," ungkapnya.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Joni ketika dihubungi KLIKPOSITIF.com belum menerima laporan kejadian itu.

Sementara itu, staf dari rutan Anak Aia, Monsosilo juga enggan memberikan keterangan. "Saya tidak bisa menjawab ya atau tidak. Langsung saja ke kanwil," ungkapnya.

Kepala Kantor ... Baca halaman selanjutnya