Polda Sumbar Musnahkan Ratusan Senjata Api Rakitan

"Senjata api rakita ini dimusnahkan karena adanya kasus penembakan terhadap anak kecil di Dharmasraya beberapa waktu lalu"
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal saat pemusnahan senjata api rakitan di Mapolda Sumbar (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Sebanyak 816 pucuk senjata api rakita dimusnahkan oleh jajaran Polda Sumbar di halaman Mapolda Sumbar pada Senin 12 Februari 2018.

Ratusan pucuk senjata api rakitan tersebut dikumpulkan dari Polres-polres yang berada di bawah jajaran Polda Sumbar,yang dikumpulkan sejak tahun 2015 sampai akhir 2017.

"Senjata api rakita ini dimusnahkan karena adanya kasus penembakan terhadap anak kecil di Dharmasraya beberapa waktu lalu," ujar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal.

Ia mengatakan, untuk mengumpulkan senjata api tersebut pihaknya melakukan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyimpan senjata api tanpa izin.

"Kami telah melakukan imbauan kepada masyarakat sejak dua bulan lalu," lanjutnya.

Menurutnya, senjata rakitan tersebut biasanya digunakan oleh masyarakat untuk berburu babi dan menembak binatang di hutan.

"Ini biasanya digunakan untuk berburu babi. Sebenarnya masyarakat boleh memakai senjata seperti ini, tapi harus melalui izin dari Perbakin terlebih dahulu," sambungnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat yang memiliki senjata rakitan agar menyerahkan ke kantor polisi setempat agar tidak terjadi penyalahgunaan.

"Bagi masyarakat yang menyerahkan secara langsung, tidak akan diproses hukum. Tapi kalau tertangkap oleh kami, ini sudah ada undang-undangnya," sambungnya.

Ia mengatakan jika masyarakat yang tertangkap menggunakan senjata rakitan tanpa adanya izin dari Perbakin, akan diancam dengan Undang-undang darurat dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. [Halbert Caniago]