Wagub: Warga Padangpariaman Protes Penamaan Tol Sumbar-Riau

"Menurut warga, penamaan tersebut terkesan menghilangkan Padangpariaman"
Pembangunan jalan tol Padangpariaman-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengaku bahwa pembangunan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dan Riau diprotes oleh masyarakat.

Protes tersebut disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Padangpariaman saat seremonial peletakan batu pertama pembangunan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat 9 Februari lalu.

Nasrul Abit menyebutkan, sejumlah tokoh masyarakat tersebut keberatan jika tol itu diberi nama Padang-Pekanbaru, sebab pembangunannya terletak di Kabupaten Padangpariaman.

"Sebanyak 60 tokoh masyarakat mendatangi kami saat peletakan batu pertama oleh presiden, mereka minta spanduk yang saat itu terpasang diganti," katanya.

Menurut warga, penamaan tersebut terkesan menghilangkan Padangpariaman, dan tokoh masyarakat meminta agar ia mendesak pemerintah pusat untuk mengganti penamaan tol.

"Jadi setelah mendengarkan aspirasi dari sejumlah tokoh masyarakat itu. Saya langsung menemui pemerintah pusat. Akhirnya mereka memahami, dan tol itu disebut tol Padang Pariaman-Pekanbaru," papar mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

Jadi kata dia, mulai sekarang, proyek pembangunan untuk menunjang kemudahan transportasi tersebut tidak lagi dikenal dengan tol Padang-Pekanbaru, melainkan Padangpariaman-Pekanbaru.

Seperti yang diketahui, proyek jalan tol ini akan dibangun dengan total panjang 244 kilometer, dan akan menempuh 5 tahap pembangunan.

Tahap pertama, jalan akan dibangun dari jalan Bypass Padangpariaman yang berbatasan langsung dengan Kota Padang ke kawasan Sicincin. Pada tahapan ini, panjang jalan mencapai 28 kilometer.

Lalu tahap kedua yakni Sicincin-Payakumbuh dengan panjang 78 kilometer. ... Baca halaman selanjutnya