Amerika Serikat Masih Tertarik Latihan Militer Bersama Kopassus

"Latihan militer bersama dengan pasukan khusus TNI Angkatan Darat tersebut sebelumnya pernah dilakukan"
Kopassus (Asia Times)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengaku negaranya masih tertarik untuk latihan militer bersama dengan Kopassus.

Latihan militer bersama dengan pasukan khusus TNI Angkatan Darat tersebut sebelumnya pernah dilakukan namun terhenti karena sanksi pelanggaran HAM.

Hal itu diungkapkan Donovan setelah bertemu Kepala Staf Presiden Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin 19 Februari 2018.

"AS membuka kembali pelatihan militer antara Kopassus dengan AS, mungkin bisa dimulai dengan Detasemen 81 Kopassus," katanya.

Detasemen 81 Kopassus adalah detasemen pasukan elite TNI Angkatan Darat yang memiliki keahlian dalam penanggulangan terorisme.

Ia menyebut pelatihan ini dibuka kembali karena Indonesia merupakan mitra strategis AS, terutama di kawasan Asia Pasifik.

Hal itu kemudian disambut baik Moeldoko. Ia mengatakan Indonesia dan AS memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang dalam berbagai bidang.

Selain itu, dia megatakan Indonesia juga berperan dalam menjaga stabilitas Asia Tenggara.

"Yang terpenting adalah masing-masing negara berpengaruh besar di kawasan ini tidak mengambil kebijakan yang dapat menciptakan menurunkan kestabilan di kawasan Asia Pasifik," ucap dia.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu sempat menyinggung masalah ini saat bertemu dengan Menhan AS James Mattis, bulan lalu.

Ryamizard mengatakan Mattis akan mengupayakan pencabutan sanksi terhadap Kopassus.

AS memang pernah mengeluarkan larangan bagi Kopassus karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan elite tersebut selama operasi, di antaranya di Timor Timur, kerusuhan 1998, dan beberapa insiden lainnya.

Sejumlah jenderal TNI pun di pernah dicekal masuk ke AS, antara lain Prabowo Subianto, Wiranto, Zacky Anwar Makarim, Pramono Edhie Wibowo, Sjafrie Sjamsoeddin, serta Gatot Nurmantyo.(*)

Sumber: ... Baca halaman selanjutnya