Tiga Tahun Jokowi-JK, Guru Besar Unand: Keadilan Itu untuk Siapa dan Ukurannya Apa?

"angka kemiskinan Sumbar memang paling rendah di Indonesia, bahkan hanya Kabupaten solok dan Mentawai diatas 10 persen"
Diskusi Nasional, Capaian Kinerja 3 Tahun Jokowi-JK (Joni ABK/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Selain mahasiswa Fisip Unand, Guru Besar Sosiologi Universitas Andalas Afrizal juga mempertanyakan pencapaian tiga tahun Jokowi-JK.

Terkhusus terkait angka kemiskinan yang disampaikan Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi, dan Budaya Strategis Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, di Convention Hall Unand, Selasa, 20 Februari 2018.

Menurutnya, angka kemiskinan Sumbar memang paling rendah di Indonesia, bahkan hanya Kabupaten solok dan Mentawai diatas 10 persen, selebihnya pada angka satu digit. Namun, hal itu masih disparitas (perbedaan antara angka dengan realitas) itu masih ada. Kalau dilakukan analisis kantong-kantong kemiskinan di Sumbar, itu tidak banyak berubah.

“Kalau disebutkan pemerintah mengusung pembangunan yang berkeadilan, patut dipertanyakan keadilan itu untuk siapa dan ukurannya apa,” tuturnya.

Afrizal menyoal reforma agraria dan perhutanan sosial. Menurutnya, keberadaan tanah di Sumbar sangat kontras 100 persen dengan aturan Undang-undang yang menyebutkan tanah, air dan udara milik Negara. Sedangkan di Sumbar, tanah milik ulayat kaum dan nagari.

“Untuk Sumbar belum begitu menonjol hutan bisa mengentaskan kemiskinan masyarakat. Sejauh ini pemerintah telah memberikan pengakuan terhadap 18 titik hutan adat di Indonesia. Sayangnya, dari jumlah tersebut tidak satu titik pun yang berada di Sumbar. Meski pun hutan desa/nagari dan hutan kemasyarakatan (hutan rakyat) diyakini pemerintah mampu menunjang perekonomian, tapi terbukti keberadaanya belum mampu menjangkau “kantong-kantong kemiskinan," ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah harus memperjelas persoalan tersebut. Sehingga, tidak terjadi konflik atas persoalan lahan masyarakat dengan Pemerintah.

Sebelumnya, Deputi II KSP ... Baca halaman selanjutnya