Rapor 3 Tahun Jokowi-JK di Mata Mahasiswa FISIP Unand Padang

"Mahasiswa pertanyakan keberhasilan janji Jokowi-JK soal revolusi mental"
Kedeputian II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu sosial Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Yanuar Nugroho didampingi dua petinggi Unand saat Jumpa Pers (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG,KLIKPOSITIF -- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) Padang menilai, tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, keberhasilan janji Jokowi-JK soal revolusi mental masih dipertanyakan. 

Menurut Salahuddin, perwakilan mahasiswa FISIP Unand, revolusi mental seakan hilang di tengah jalan. Bahkan, seiring berjalan pemerintahan dengan mengedepankan revolusi mental berbagai kejadian muncul mulai dari konflik horizontal hingga kriminalisasi terhadap ulama.

“Tidak cukup dengan pembangunan saja membangun Indonesia, sesuai janji awal Jokowi-JK revolusi mental itu sekarang sampai di mana dan apa dampaknya terhadap Indonesia?,” katanya kepada Kedeputian II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu sosial Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis  Yanuar Nugroho, di Convention Hall Padang, Selasa 20 Februari 2018.

Selain itu, katanya, revolusi mental yang menjadi jualan politik Jokowi-JK saat menghadapi pilpres itu mengedepankan konsep masyarakat Indonesia yang santun, amanah, bermoral dan berbudi pekerti luhur tidak begitu menonjol. Malahan, berbagai prilaku menyimpang malah terjadi di tengah masyarakat.

Menjawab persoalan tersebut, Yanuar Nugroho mengakui, membangun Idonesia tidak cukup dengan membangun infrastruktur saja. Pembangunan mental juga penting dan tetap dilakukan pemerintah.

Dia menjelaskan, revolusi mental tidaklah hilang, namun pemerintah memfokuskan kepada reformasi birokrasi. Menurutnya mengurus jutaan pejabat pemerintah tidaklah mudah, apalagi masih banyak dari pegawai negeri sipil di Indonesia berkeahlian rendah.

“Keterbukaan iformasi publih dan mereformasi birokrasi dengan sistem serba terbuka menjadi dalam penyajian birokrasi pemerintah merupakan bentuk revolusi mental dari pemerintahan Jokowi-JK,” jelasnya.

Tidak sampai disitu saja, anggaran yang disiapkan pemerintah dalam membangun mental manusia Indonesia ... Baca halaman selanjutnya