Sejak Gempa 2009, Koperasi di Kantor Gubernur Sumbar Belum Berkantor

"Pembangunan sarana dan prasarana koperasi untuk Aparatur Sipil Negara tersebut sebelumnya telah direncanakan"
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Koperasi di kantor Gubernur Sumatera Barat belum berkantor sejak gempa yang mengguncang daerah itu tahun 2009 lalu. Hal itu kemudian sedikit menganggu operasional koperasi.

Ketua unit koperasi Kantor Gubernur Sumbar, Hell Yawardi mengatakan pembangunan sarana dan prasarana koperasi untuk Aparatur Sipil Negara tersebut sebelumnya telah direncanakan.

"Hingga saat ini, koperasi kantor Gubernur belum mempunyai kantor sendiri, rencana pembangunan tersebut sudah ada dan sudah mulai dirancang pasca gempa 2009, yang nanti berlokasi di komplek kantor Gubernur juga," katanya.

Untuk menunjang efektifitas kerja koperasi, sebut dia kantor koperasi itu akan dibangun dua lantai, yang mana fungsinya kantor tersebut juga untuk pengembangan usaha.

"Ada ruangan yang digunakan oleh anggota-anggota dan pengurus, ada pula ruangan untuk mini market dan kafetaria," ucap dia.

Rencana pengembangan tersebut seiring dengan masukan yang dilontarkan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Ia mengatakan koperasi di lingkungan kerja pemerintah provinsi harus lebih inovatif.

"Pengurus harus bisa memanfaatkan peluang-peluang lain untuk mengembangkan usaha koperasi," ucap Irwan.

Pengembangan yang inovatif menurut Irwan itu dijelaskannya, koperasi harus mampu memenuhi semua kebutuhan ASN mulai dari bahan pokok, serta barang-barang lainnya yang menunjang.

"Pengurus harus proaktif, cari data kebutuhan setiap ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kapan perlu diantar sampai ke alamat masing-masing," sebut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Selain itu, koperasi juga dituntut untuk lebih aktif mendata ASN yang belum bergabung dengan koperasi pemeritah.

"Jika masih ada yang belum menjadi anggota, kami harapkan pengurus koperasi bisa memfasilitasi mereka," pungkas Irwan.

[Joni Abdul Kasir]