Pasukan Kurdi Tahan 15 WNI Perempuan yang Terlibat ISIS di Suriah

"Mereka pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS"
Pasukan Kurdi (Net)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa sebanyak 15 orang Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan oleh pasukan Kurdi karena diduga bagian dari ISIS di Suriah.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, informasi soal penahanan itu diperolehnya pada bulan Oktober lalu.

"Mereka ditahan di kamp yang sama dengan 18 WNI lainnya yang sebelumnya yang telah dipulangkan," katanya. Sebanyak 15 WNI tersebut saat ini ditahan di bagian Utara Suriah.

Kendati demikian, negara kata Iqbal belum bisa memberikan bantuan keamanan karena memang masalah gangguan keamanan.

Informasi ini dibenarkan Iqbal berdasarkan laporan kelompok pemerhati HAM, Human Rights Watch (HRW), soal keberadaan 800 warga asing terduga ISIS ditahan pasukan Kurdi di Suriah utara.

Dari 800 tahanan itu diungkapkan bahwa di antaranya terdapat 15 perempuan Indonesia dan seorang warga Malaysia.

"Menurut informasi, mereka pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," ucap Iqbal.

Bermodal dari informasi itu pula diungkapkan bahwa ebagian besar dari mereka diyakini ditahan bersama anak-anaknya.

Meski demikian, pasukan Kurdi memberikan kebebasan terbatas, tapi tetap tidak diperkenankan keluar kamp tahanan.

Hanya saja HRW tidak mengetahui ada warga negara Asia Tenggara lain di kamp-kamp tahanan pasukan Kurdi itu atau tidak.

Mereka hanya menyebut, ratusan warga asing itu juga mencakup orang dari Perancis, Jerman, Kanada, Inggris, Tunisia, Turki, Australia, dan Yaman.(*)

Sumber: CNN Indonesia