Terlibat Korupsi Proyek Jalan, Oknum Kabid di Pasaman Ditahan

"Pada proyek tersebut mereka bertugas sebagai Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan Pasaman"
Salah satu tersangka korupsi proyek jalan digiring ke mobil tahanan (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Negeri Pasaman, Sumbar resmi menahan empat orang tersangka atas dugaan korupsi proyek pembangunan jalan.

Praktek dugaan korupsi tersebut terungkap pada proyek peningkatan jalan Pintu Padang-Botung Busuk, Kecamatan Mapattunggul tahun anggaran 2016 lalu dengan nilai proyek Rp3 Miliar.

Empat orang tersangka tersebut telah resmi ditahan pada Kamis 1 Maret 2018, setelah menjalani pemeriksaan yang alot di kantor Kejari Pasaman.

Diketahui, satu orang tersangka adalah Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Pasaman bernama Salman (43), dan Dasril (44) Doni (39) yang menjabat staf Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain mereka, ada pula dua tersangka lain yang diketahui bernama Leonardy JD (47), selaku rekanan proyek pembangunan dari PT RCP.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman, Adhryansyah mengatakan, pada proyek tersebut mereka bertugas sebagai Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan Pasaman.

"Jadi, dalam proyek tersebut mereka diketahui dengan sengaja memenangkan perusahaan milik tersangka Lisnu," katanya.

Padahal sebut dia, dalam aturan administrasi rekanan tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk bisa mememangkan tender.

Kemudian ia menambahkan, saat proses pengerjaan, rekanan memainkan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

"Hal ini dinilai tidak sesuai dengan Perpres 70 tahun 2013 tentang pengadaan barang dan jasa. Akibat tindakan keempat tersangka ini, diduga kuat telah menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp200 juta," jelas Adhryansyah.

Sementara terkait penahanan, ke empat tersangka ditahan ini sesuai Pasal 21 KUHAP, dan penahanan dilakukan untuk mencegah para tersangka melarikan diri, merusak barang bukti, menghilangkan barang bukti, berbuat hal serupa, dan untuk mempermudah proses penyidikan.

"Empat orang tersangka kami tahan 20 hari kedepan dititipkan ... Baca halaman selanjutnya