Pertemuan Mahasiswa di UNP Nyaris Ricuh

"Sejumlah peserta mengaku mendapatkan perlakuan yang diskrimatif"
Seorang mahasiswa berorasi di tengah peserta pertemuan FL2MI di Universitas Negeri Padang, Jumat dinihari (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pertemuan ratusan perwakilan seluruh lembaga legislatif mahasiswa se Indonesia di gedung Hospitality Center, Universitas Negeri Padang, Jumat 2 Maret 2018 sekitar pukul 00:30 WIB dinihari nyaris bentrok.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian musyawarah nasional Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) ini sebelumnya telah dimulai pada Senin, 26 Februari 2018 lalu.

Namun pada saat pertemuan membahas Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), Kamis malam, sejumlah peserta mengaku mendapatkan perlakuan yang diskrimatif dari panitia pelaksana dan Resimen Mahasiswa UNP.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu peserta yang merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, Manado, Muhammad Fadly Ibrahim.

Menurutnya, perlakuan diskrimatif yang dimaksud adalah fasilitas dan layanan yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan uang registrasi yang dibayarkan peserta pada panitia.

"Kami kesini membayar uang registrasi Rp650 ribu perorang. Kata panitia uang itu digunakan untuk akomodasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis kami selama di Padang. Tapi sejumlah kawan-kawan yang telah membayar tidak mendapatkan fasilitas yang dijanjikan," katanya pada KLIKPOSITIF.

Bahkan ungkapnya, sebagian peserta yang telah membayar registrasi tersebut terpaksa menginap di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Bung Hatta, karena tidak mendapatkan penginapan.

Selain itu kata dia, selama sidang pembahasan AD-ART, mereka juga kerap diperlakukan seperti provokator oleh panitia dan harus dijaga ketat Resimen Mahasiswa UNP yang bertugas menjaga keamanan pertemuan tersebut.

"Contohnya saat beberapa peserta bicara dalam forum malah dikawal ketat sama Menwa, padahal dalam forum berbicara sedikit keras itu biasa. Ditambah lagi memang karakter suara kawan itu memang keras, tapi malah dianggap provokator," ... Baca halaman selanjutnya