Enam Pengojek Online Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam pengemudi Ojek Online yang diduga terlibat pengeroyokan
Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam pengemudi Ojek Online yang diduga terlibat pengeroyokan (Tribratanews)

KLIKPOSITIF -- Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam pengemudi Ojek Online yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap dua pemuda di Depan Alfa Mart Jalan P Tubagus Angke, Tambora Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi SIK menjelaskan, enam pengojek Online tersebut adalah AD (31), FEB (23), RAM (25), SAI (27), AND(32), dan AL (26).

baca juga: Siap-siap, Mulai 1 Juli Akan Ada Pajak Digital

"Keenamnya melakukan penganiayaan terhadap DA dan TA,” tutur Kombes Pol Hengky Jumat (02-03-2018).

Kombes Pol Hengky menjelaskan, aksi keributan tersebut bermula dari dendam atas pengalaman pribadi pelaku AD yang pernah menjadi korban penjambretan saat mengantar penumpang ojek online sekitar dua minggu se belum kejadian dilokasi yang tidak jauh dari TKP.

baca juga: Penerapan New Normal Indonesia, Ahli: Ada Desakan Kapital

Sehingga pelaku menganggap korban tersebut adalah bagian dari komplotan penjambret yang pernah menjambret pelaku AD.

Kejadian berawal pada Selasa (13-02-2018) sekira jam 02.38 Wib saksi DP selaku pengemudi ojek online mendapat pesanan dari penumpang SA lewat aplikasi handphone dari Jembatan Tiga dengan tujuan keTamansari Jakarta Barat.

baca juga: Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

Selanjutnya saksi DP berangkat dari pangkalan ojek di Kalijodo untuk menjemput penumpang SA dengan didampingi oleh pelaku AD dan pelaku FEB.

Sesampainya di lokasi penjemputan, penumpang SA bercerita bahwa ada kelompok preman yang berjalan kaki hendak merampas barang miliknya,namun tidak jadi karena ada angkutan umum yang melintas dan berhenti di sekitar penumpang SA.

baca juga: Total Sudah 120 Orang Klaster Pasar Raya Padang Positif COVID-19

Setelah mendengar cerita dari penumpang tersebut, lalu pelaku AD berinisiatif menghubungi pelaku AL, SAI, RAM, dan AND yang merupakan rekan sesama pengemudi ojek online untuk datang dan mencari kelompok preman dimaksud dengan berboncengan menggunakan 3 (tiga) unit sepeda motor.

Sementara saksi DP tidak ikut karena harus mengantar penumpang. Sekira pukul 04.05 Wib para pelaku menemukan keberadaan kelompok preman tersebut yang diantaranya terdapat korban DA dan TI sedang nongkrong di TKP.

Selanjutnya ke enam pelaku tersebut menghampiri dan m enegur korban. Diantara para pelaku dan korban tidak saling kenal sebelumnya.

Ketika menegur korban, para pelaku sempat melihat korban TI membawa pisau belati sehingga pelaku AD dan SAI langsung mendekap badan korban diikuti dengan pemukulan oleh pelaku lainnya terhadap korban TI dan DE secara bergantian menggunakan kayu dan batu, sementara 1 orang teman korban berhasil melarikan diri.

“Para tersangka ditangkap oleh anggota Team Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tambora sedang melakukan patroli wilayah sehingga langsung mengamankan ke enam pelaku pengeroyokan tersebut,” katanya.

Kombes Hengky melanjutkan, kedua korban pengeroyokan sempat di bawa ke RS. Polri Sukanto Kramat Jati untuk diberikan pertolongan, namun pada hari Selasa tanggal 13 Pebruari 2018 sekira pukul 06.40 Wib korban DE dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan di otak, sedangkan korban TI mengalami luka berat dan masih dalam perawatan.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke.2e dan ke.3e KUHP yang berbunyi “Barang siapa yang di muka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka berat pada tubuh dan menyebabkan matinya orang,” katanya. (*)

Penulis: Eko Fajri