Enam Pengojek Online Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

"Kejadian berawal pada Selasa (13-02-2018) sekira jam 02.38 Wib saksi DP selaku pengemudi ojek online mendapat pesanan dari penumpang SA lewat aplikasi handphone dari Jembatan Tiga dengan tujuan keTamansari Jakarta Barat."
Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam pengemudi Ojek Online yang diduga terlibat pengeroyokan (Tribratanews)

KLIKPOSITIF -- Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam pengemudi Ojek Online yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap dua pemuda di Depan Alfa Mart Jalan P Tubagus Angke, Tambora Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi SIK menjelaskan, enam pengojek Online tersebut adalah AD (31), FEB (23), RAM (25), SAI (27), AND(32), dan AL (26).

"Keenamnya melakukan penganiayaan terhadap DA dan TA,” tutur Kombes Pol Hengky Jumat (02-03-2018).

Kombes Pol Hengky menjelaskan, aksi keributan tersebut bermula dari dendam atas pengalaman pribadi pelaku AD yang pernah menjadi korban penjambretan saat mengantar penumpang ojek online sekitar dua minggu se belum kejadian dilokasi yang tidak jauh dari TKP.

Sehingga pelaku menganggap korban tersebut adalah bagian dari komplotan penjambret yang pernah menjambret pelaku AD.

Kejadian berawal pada Selasa (13-02-2018) sekira jam 02.38 Wib saksi DP selaku pengemudi ojek online mendapat pesanan dari penumpang SA lewat aplikasi handphone dari Jembatan Tiga dengan tujuan keTamansari Jakarta Barat.

Selanjutnya saksi DP berangkat dari pangkalan ojek di Kalijodo untuk menjemput penumpang SA dengan didampingi oleh pelaku AD dan pelaku FEB.

Sesampainya di lokasi penjemputan, penumpang SA bercerita bahwa ada kelompok preman yang berjalan kaki hendak merampas barang miliknya,namun tidak jadi karena ada angkutan umum yang melintas dan berhenti di sekitar penumpang SA.

Setelah mendengar cerita dari penumpang tersebut, lalu pelaku AD berinisiatif menghubungi pelaku AL, SAI, RAM, dan AND yang merupakan rekan sesama pengemudi ojek online untuk datang dan mencari kelompok preman dimaksud dengan berboncengan menggunakan 3 (tiga) unit sepeda motor.

Sementara saksi DP tidak ikut karena harus mengantar penumpang. Sekira pukul 04.05 Wib para pelaku menemukan keberadaan kelompok preman tersebut yang diantaranya terdapat ... Baca halaman selanjutnya