Dies Natalis ke-36, FIB Unand Perkenalkan Batik Minangkabau

"Dosen FIB Unand telah mengembangkan 30-an motif batik dan telah dipatenkan di Kemenkumham RI"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) Padang Hasanuddin mengatakan selama ini batik sangat identik dengan tradisi Jawa, padahal batik juga ada di Minangkabau.

"Hasil penelitian dosen FIB Unand menunjukan bahwa tradisi membatik juga sudah ada di Minangkabau sejak dulu. Hanya saja, tidak diproduksi secara massal," ujar Hasanuddin dalam rilis FIB Unand yang diterima KLIKPOSITIF, Selasa 6 Maret 2018.

Menurutnya, untuk memperkaya motif batik, dosen FIB Unand telah mengembangkan 30-an motif batik dan telah dipatenkan di Kemenkumham RI. Motif tersebut digali dari manuskrip, ukiran, dan artefak lain yang merupakan representasi budaya Minangkabau dan Sumatera Barat.

Pada 7 Maret 2018, FIB Unand akan mengadakan kegiatan membatik yang terangkum dalam launching wirausaha batik yang disertai dengan pameran motif batik FIB Unand yang diharapkan menjadi core FIB Unand dalam merayakan Dies Natalis ke-36 pada Rabu 7 Maret 2018.

 

Terkait Dies Natalis,  Hasanuddin mengatakan, FIB Unand menyadari bahwa dies natalis tidaklah sekadar perayaan saja. Pada momen dies natalis ke-36 ini, FIB Unand terus menata diri, memperkuat posisi berdiri, dan memberi warna serta arti bagi negeri.

"Konsep yang diusung FIB dalam perayaan Dies Natalis ke-36 ialah memperkuat identintas lokal untuk ketahanan nasional, namun tetap eksis secara global," jelasnya. (rel;.*)

 

 

 

Dr. Hasanuddin, M.Si. mengungkapkan bahwa banyak masalah terkait bidang ilmu di FIB Unand. Oleh sebab itu, melalui Dies Natalis ke-36 ini, FIB Unand akan melakukan evaluasi dan refleksi diri untuk memetakan persoalan dan menempatkan diri sebagai pemberi solusi atas persoalan-persoalan tersebut. Menurut Dekan FIB Unand, untuk membenahi persoalan bahasa misalnya, khususnya bahasa Minangkabau, FIB Unand telah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat ... Baca halaman selanjutnya