Video Bule Larang Anggota Dewan Masuk Aloyta Resort, Ini Kata Kadispar Sumbar

"Anda yang kuat atau kami yang kuat. kita akan coba. Kita akan buktikan. Anda sudah keterlaluan di sini. kira-kira seperti apa masyarakat kami kalian buat di sini,"
Video viral bule mengusir anggota DPRD Mentawai. (tangkapan layar)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengaku belum mengetahui secara detil apa permasalahannya, sehingga terjadi perdebatan antara seorang bule yang diduga pengelola resort, dengan sejumlah anggota dewan dari Provinsi Sumbar dan Kepulauan Mentawai.

"Saya belum tahu apa permasalahannya, nanti akan saya kroscek. Saya akan panggil pengelola Aloyta Resort untuk mengetahui apa permasalahannya, sehingga perdebatan dengan anggota dewan itu bisa terjadi," kata Oni saat dihubungi klikpositif.com, via handphone, Selasa, 13 Maret 2018 siang.

Kemudian di samping itu, lanjutnya, Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kepualauan Mentawai terkait permasalahan tersebut untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.

"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan teguran atau sanksi kepada pengelola Aloyta Resort, karena kami belum tahu apa permasalahannya. Jadi saya lihat dulu apa permasalahannya. Apakah sebelumnya anggota dewan yang akan berkunjung itu sudah memberitahu pihak pengelola resort atau belum," ujarnya.

Harusnya, sebut Oni, anggota dewan itu memberitahu pengelola resort sebelum berkunjung, suapaya pihak pengelola tahu akan kunjungan tersebut. "Pak Wagub saja datang ke Pulau Cubadak, pihak protokler pasti menghubungi pengelola resort untuk memberitahukan bahwa Wagub akan berkunjung. Harusnya ini diberitahu terlebih dahulu, biar mereka disambut oleh pengelola resort," tuturnya.

Oni pun juga membeberkan bahwa Aloyta Resort yang berada di Pulau Makakang itu statusnya sewa, dan bukan milik pribadi. Namun, bule dari mana yang menyewa, Oni mengaku tidak tahu. Yang jelas, Pemerintah Provinsi punya kepercayaan terhadap bule tersebut untuk mengelola pulau itu, karena mereka punya jaringan internasional.

"Pemerintah percaya, karena bule itu punya jaringan internasional, dan mereka pun diakui, karena berkat jaringan yang mereka miliki banyak bule ... Baca halaman selanjutnya