Buru Pelaku Pungli di Lokasi Wisata, Polresta Padang Libatkan BNN

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz
Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Polresta Padang akan melaksanakan operasi penertiban praktek pungutan liar yang kerap terjadi di sejumlah lokasi wisata di ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Operasi penertiban pelaku pungli tersebut merupakan respon dari keluhan masyarakat yang kerap menjadi korban saat berwisata.

baca juga: Pemko Padang Terima Bantuan Alat Penghancur Limbah dari Organisasi Masyarakat Tionghoa

"Kami akan menindak lanjuti seluruh keluhan masyarakat terkait premanisme di Kota Padang seperti adanya pungutan liar di beberapa lokasi wisata," kata Kapolresta Padang , Kombes Pol Chairul Aziz.

Dalam operasi tersebut rencananya, pihak kepolisian akan melibatkan Badan Narkotika Nasional untuk mengantisipasi jika adanya praktek penggunaan narkoba oleh sasaran operasi.

baca juga: 39 Persen Pasien Positif COVID-19 di Kota Padang Telah Dinyatakan Sembuh

"Jika dikhawatirkan uang hasil pungutan liar itu untuk membeli narkotika, kami akan bawa BNN pada razia preman nantinya," ucap Chairul.

Menurut informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF , praktek pungutan liar saat ini masih kerap terjadi di sejumlah lokasi wisata.

baca juga: Pemko Padang Telah Swab 1.617 Orang dari Klaster Pasar Raya

Salah satunya adalah Pantai Padang , dan Pantai Air Manis. Di Pantai Padang , para supir bus pariwisata kerap mengeluhkan mahalnya uang parkir di sekitaran pantai, sebab mereka harus mengeluarkan kocek hingga Rp20 ribu untuk sekali waktu.

Sedangkan di kawasan Pantai Air Manis, aksi pungutan liar masih kerap terjadi saat pengunjung sudah memasuki area pantai.

baca juga: PSBB Jilid 3, Pengawasan di Pasar Raya Padang Diperketat

Di lokasi itu, wisatawan kerap dimintai uang tambahan oleh petugas yang tidak jelas asal usulnya, padahal pengunjung sudah membayarkan retribusi masuk di gerbang pantai ke petugas dari Dinas Pariwisata Kota Padang .

[Halbert Chaniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa