FPI Sesalkan Larangan Bercadar Bagi Dosen IAIN Bukittinggi

"Kebijakan tersebut patut dipertanyakan"
Laporan dari Dosen di IAIN Bukittinggi yang dinonaktifkan karena bercadar diterima Ombudsman Sumbar (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Barat Buya Busra angkat bicara terkait larangan pemakaian cadar yang diduga diterapkan di IAIN Bukittinggi terhadap salah seorang dosennya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut patut dipertanyakan. Selain itu ia menilai penggunaan cadar bagi dosen tidak menganggu proses akademik di IAIN Bukittinggi.

"Apa salahnya memakai cadar itu? Apakah cadar itu sebuah pelanggaran moral dan kesusilaan? Apakah dapat menyebabkan kerugian ekonomi, politik dan budaya bagi masyarakat?," katanya menyesalkan aturan itu.

Menurut dia, pihak institut harusnya menghormati keputusan individu tiap wanita dalam menggunakan cadar.

Baca Juga: Dinonaktifkan Karena Bercadar, Dosen di Bukittinggi Lapor Ombudsman

Dengan begitu pihaknya mendesak IAIN Bukittinggi untuk mencabut aturan tersebut karena dinilai menganggu kebebasan individu.

"Kami mendesak agar larangan itu segera dicabut, jika tak diindahkan, kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum karena tindakan ini menimbulkan keresahan dan perpecahan," jelas dia.

Sebelumnya, Zulveri, suami dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri melaporkan pihak IAIN Bukittinggi ke Ombudsman RI Sumbar karena Hayati dinonaktifkan sebagai dosen karena bercadar dalam mengajar.

Sementara itu di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak IAIN Bukittinggi belum memberikan keterangan apapun, mengkonfirmasi soal pencabutan status dosen tersebut.

[Hatta Rizal]