Jual Motor Curian, Pasutri Residivis Ditangkap

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz (tengah) menjelaskan modus pencurian sepeda motor yang dilakukan pasutri residivis
Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz (tengah) menjelaskan modus pencurian sepeda motor yang dilakukan pasutri residivis (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kepolisian Resor Kota Padang menangkap sepasang suami istri karena diduga kerap melakukan praktek pencurian kendaraan bermotor di sejumlah kawasan di ibukota Provinsi Sumbar tersebut.

Tersangka yang diketahui bernama Irvan Forzul dan Meri tersebut, merupakan pasangan suami istri warga Kecamatan Koto Tangah. Mereka ditangkap pada Selasa 13 Maret 2018, pukul 02:00 WIB.

baca juga: Warga Tiku Positif COVID-19 Tanpa Gejala Sempat Shalat Ied di Masjid, 58 Orang Tes Swab

Kapolresta Padang , Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, penangkapan pasangan suami istri tersebut berawal dari informasi transaksi motor hasil curian di jalan Bypass, kilometer 6.

"Saat diburu ke lokasi transaksi, petugas menangkap seorang tersangka penadah bernama Arya," katanya.

baca juga: Asisten I Edi Hasymi Cek Protokol Kesehatan COVID-19 di Pusat Perbelanjaan di Kota Padang

Setelah Arya ditangkap, polisi sebut Chairul, berhasil mendapatkan identitas pasangan suami istri tersebut, dan melanjutkan perburuan ke kediaman mereka, di Kecamatan Koto Tangah.

Namun, penangkapan pasutri ini tidak berjalan mulus. Saat petugas sampai di rumah kedua tersangka, Irvan dan Mery berhasil mengetahui keberadaan polisi dan mencoba kabur.

baca juga: 240 Mualaf di Kota Padang Terima Bantuan Paket Lebaran

"Tersangka kabur dengan cara mematikan lampu penerangan rumahnya," ucap Chairul.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama setelah petugas mengeluarkan beberapa tembakan peringatan, dan kedua tersangka langsung menyerah.

baca juga: Usai Ambil Sampel Swab, Pedagang Pasar Raya Padang Diperbolehkan Berjualan

"Saat petugas masuk ke rumah, kedua tersangka didapati terduduk di depan pintu rumahnya sendiri," ungkap dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Irvan dan Meri merupakan pasangan residivis yang sempat ditahan dengan kasus yang sama.

Akibat perbuatannya, pasangan suami istri tersebut diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sementara penadah akan diancam dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman masing-masing di atas lima tahun penjara.

[Halbert Chaniago]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa