BI Antisipasi Peredaran Uang Palsu di Sumbar Jelang Tahun Politik Dengan Cara Ini

"edukasi dilakukan bekerjasama dengan kepolisian yakni Polda Sumbar. Teranyar dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat."
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Endy Dwi Tjahjono (KLIKPOSITIF/ Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Mengangtisipasi peredaran uang palsu jelang tahun politik, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar intens edukasi masyarakat terkait ciri-ciri uang asli rupiah.

"BI melakukan edukasi kepada masyarakat terkait peredaran uang yang tidak asli. Edukasi dilakukan pada ciri-ciri uang asli," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Endy Dwi Tjahjono usai sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Rabu, 14 Maret 2018, di Aula Nan Tongga BI Sumbar.

Katanya, edukasi dilakukan bekerjasama dengan kepolisian yakni Polda Sumbar. Teranyar dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat.

"Secara periodik. Setahun itu minimal 8 hingga 9 kali. Edukasi bukan hanya terkait ciri-ciri uang asli atau palsu, namun juga sanksi hukum yang diterima pada pelaku," ujarnya pada KLIKPOSITIF.com.

Endy memang mengaku khawatir masa pemilu akan terjadinya peredaran uang palsu. Namun selama ini belum ditemukan indikasi pilkada menjadi ajang pihak tak bertanggungjawab melakukan penyebaran uang palsu.

"Yang dikhawatirkan memang ada peredaran uang palsu di Pilkada ini. Entah itu serangan fajar atau apa. Jadi masyarakat bisa tahu," ucapnya.

Ditanya apakah ada transaksi mencurigakan dalam suasana Pilkada di Sumbar saat ini, Endy menyebut bukan ranah BI, namun oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Yang mendeteksi transaksi mencurigakan bukan di BI, namun dilakukan oleh PPATK," pungkasnya. [Cecep Jambak]