Kisah Hebat Kakek Penjual Ikan Hias di Bukittinggi

"Untuk jualan keliling, kakek 85 tahun ini harus memikul beban 10 kilogram"
Kakek Aba Kanun menunggu pembeli (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Usia hanyalah deretan angka-angka yang tidak membatasi aktivitas bagi Kanun, kakek asal Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sebabnya, kendati sudah berusia sangat uzur, 85 tahun, kakek yang tinggal tak jauh dari Peternakan Padang Mangateh ini, tetap mampu menyusuri jalan-jalan utama di kota Bukittinggi untuk menjajakan ikan hias.

Tak ada kata lelah dan tampang memelas, semuanya dijalaninya dengan sabar.

"Saya datang ke sini, naik bus umum dari Payakumbuh. Dagang keliling di Bukittinggi tiap Rabu-Sabtu," kata Kanun, yang di kampungnya akrab disapa Aba.

Aba dalam berdagang, memikul dua ember berisi 100 ekor anak ikan koi lokal yang harga perekornya dijual 5.000 Rupiah.

Karena berisi air yang sarat dengan ikan, berat bawaan Aba mencapai berat 10 kilogram. Bagi ukuran lansia, beban ini tentu cukup berat, ditambah lagi sistem berdagangnya keliling, bukan menetap di suatu tempat.

"Saya hanya dagang di Bukittinggi, mulai jam 9 hingga jam 3 sore. Rutenya ya keliling di pasar-pasar," ucap Aba saat ditemui KLIKPOSITIF dekat Rumah Potong, Rabu 14 Maret 2018.

Aba sejatinya memang pedagang ikan sejak tahun 1950-an. Ia sudah terbiasa berdagang ikan jauh ke luar Sumatera Barat seperti Jambi dan Riau. Singkatnya, ia terbiasa hidup nomaden dari suatu tempat ke tempat lain.

Karena usianya kian bertambah, ia kemudian memutuskan menyewa tempat di Janjang Ampek Puluah Bukittinggi untuk menjual ikan hias.

Namun, karena persaingan bisnis yang makin ketat, sejak 7 tahun silam ia memutuskan untuk berdagang keliling.

"Lebih enak jualan keliling. Alhamdulillah, ada saja rezeki kendati dagangan tak selalu habis," ucap Aba yang mengaku membeli pula ikan hiasnya yang dijualnya dari orang lain.

Sebut Aba, mencari nafkah di usia lanjut adalah pilihan hidupnya sendiri karena desakan ekonomi.

Di samping itu, ia pun tak mau merepotkan ... Baca halaman selanjutnya