Pengelola Aloita Resort Minta Maaf Soal Pelarangan Akses Masuk Pulau

"Fabrizio menulis bahwa dirinya tidak menginginkan kasus itu diperpanjang"
Fabrizio (berdiri) saat mengucapkan permintaan maafnya di hadapan media (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tiga hari paska aksi pelarangan rombongan anggota dewan merapat di dermaga apung Aloita Resort, Mentawai, Branch Operational Manager Aloita Resort, Fabrizio Belliere meminta maaf.

Surat permintaan maaf dari pengelola, karyawan dan seluruh staf tersebut ditujukan pada pihak DPRD Sumbar dan DPRD Mentawai.

"Saya di sini untuk klarifikasi. Yang paling penting saya mau bilang, dari hati saya, saya minta maaf. Salah paham, yang lain itu tidak penting untuk saya. Saya minta maaf," kata Fabrizio, Kamis 15 Maret 2018, pada konferensi pers di Padang.

Baca Juga: Hotman Paris Siap "Pasang Badan" Kasus Aloita Resort, Gubernur Harus Lakukan Hal Ini

Dalam surat yang bertanggal Rabu 14 Maret 2018, tersebut, Fabrizio menulis bahwa dirinya tidak menginginkan kasus itu diperpanjang dan menjadi polemik yang mengakibatkan efek negatif terhadap semua pihak.

Dengan kondisi seperti itu, Fabrizio juga memahami posisi sebagai tamu investor asing di Indonesia. Untuk itu, dia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kuasa hukum Fabrizio, Aim Zein meminta bahasa pengusiran yang viral di media untuk diganti dengan pelarangan merapat ke dermaga apung. Pasalnya, saat itu selain dermaga tidak cocok dengan ukuran sandar kapal, dermaga dan kapal milik Aloita Resort juga tengah direnovasi. 

"Dermaga berbahaya untuk digunakan. Karena banyak lantai papan yang terbuka dan longgar. Kapal milik Aloita Resort yang juga tengah dicat, juga sudah terikat di dermaga. Jadi untuk dilewati belum bisa," kata Aim Zein.

Dijelaskannya, saat itu kliennya telah meminta maaf dan mempersilahkan tamu-tamu tersebut untuk masuk melewati jalan pantai.

"Fabrizio telah mencoba meyakinkan tamu-tamu untuk melewati jalan pantai demi ... Baca halaman selanjutnya