Mau Tahu Resep Menangani Isu Papua?

" sikap defensif di fora internasional dalam menangani isu Papua sudah usang"
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF -- Penanganan isu Papua harus dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan, hati dan secara menyeluruh. Mitos-mitos tentang kondisi di Papua yang disebarluaskan oleh kelompok tertentu, seperti diskriminasi rasial, eksploitasi sumber daya alam dan kemiskinan, serta tindakan represif dan pelanggaran HAM, perlu direspon dengan menyampaikan situasi dan kondisi riil di Papua.

Demikian disampaikan Duta Besar Lutfi Rauf, Deputi II Kemenko Polhukam dalam diskusi dengan diplomat muda peserta Diklat Sesdilu Ke-60 di Pusdiklat Kemenlu. Ditekankan, diplomat dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam atas permasalahan mendasar yang terjadi di Papua.

Menurut Lutfi, sikap defensif di fora internasional dalam menangani isu Papua sudah usang. Diplomat Indonesia harus lebih sensitif dan proaktif agar dapat memberikan data yang aktual dan faktual, sehingga upaya pendekatan dan promosi terhadap perkembangan positif ekonomi dan politik di Papua dapat terus berlangsung di fora internasional.

“Pemerintah Indonesia telah memberikan status daerah otonomi khusus kepada Papua,” tegas Lutfi. “Dengan demikian, posisi-posisi strategis di pemerintahan daerah telah pula diduduki oleh putra daerah yang dipilih langsung dan demokratis,” sambungnya.

Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian khusus dan menyeluruh dalam pembangunan Papua di berbagai sektor, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, diplomasi, serta hukum dan HAM.

Selain itu, pendekatan budaya dalam pembangunan di Papua juga perlu dilakukan sehingga pembangunan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dapat diterima oleh masyarakat setempat.

Kampanye mengenai perkembangan positif yang terjadi di Papua juga harus terus dilaksanakan, antara lain melalui media sosial. Strategi yang komprehensif dan berkesinambungan dalam pengelolaan medsos ini sangat diperlukan, sehingga dapat merespon dan mengimbangi penyebaran informasi yang ... Baca halaman selanjutnya