Mengendap 3 Tahun, Polisi Belum Selesaikan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Ketua KAN di Padang

"Sampai saat ini laporan kasus tersebut masih di tahap penyidikan"
Mapolresta Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pihak Kepolisian Resor Kota Padang belum menyelesaikan kasus pemalsuan tanda tangan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauah Sambilan, Kecamatan Kuranji.

Kasus tersebut diketahui telah mengendap di Polresta Padang sejak tahun 2015 lalu, dan terdokumentasikan dalam laporan nomor 783/K/V/2015 SPKT Unit I.

Dalam laporan tertulis bahwa, pelapor bernama Ahmad AS melaporkan pelaku terduga pemalsuan tanda tangan bernama Zul Akhyar dalam perkara surat ranji silsilah turunan suku Sikumbang Kabun.

Menurut kuasa hukum pelapor, Sriwanto, sampai saat ini laporan kasus tersebut masih di tahap penyidikan, "dan kami menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Perkara (SP2P)," katanya.

Selama proses berjalan kata dia, pihaknya juga telah memberikan saksi serta bukti yang diminta oleh penyidik Unit Kriminal Umum Satreskrim Polresta Padang.

"Kami berikan lima saksi dan bukti tanda tangan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan apakah akan dilanjut atau dihentikan," ucap Sriwanto.

Ia menjelaskan, kasus tersebut berawal saat adanya permasalahan tanah antara terlapor dengan salah seorang warga kaum tersebut.

"Saat itu ada permasalahan tanah dan dibahas di Kerapatan Adat Nagari oleh para petinggi dan menyatakan bahwa terlapor bukan merupakan pemilik tanah tersebut," ungkapnya.

Setelah itu, Ketua KAN Kuranji itu mendapatkan informasi bahwa terlapor telah memasukkan beberapa dokumen kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) berupa surat ranji.

"Surat ranji tersebut tidak pernah ditandatangani oleh klien saya dan telah diserahkan oleh terlapor kepada BPN," lanjutnya.

Karena mengetahui hal tersebut, Ketua KAN langsung memanggil terlapor dan menanyakan terkait surat ranji yang tidak ia tandatangani itu.

"Setelah dipanggil, terlapor ini tidak mengakui bahwa ia telah memalsukan tanda tangan klien kami ini dan demi hukum, kami melaporkannya ke Polresta Padang," ... Baca halaman selanjutnya