Tolak Izin Tambang, Pemuda dan Mahasiswa Pasaman Berdemo di Kantor Gubernur

"Para mahasiswa meminta semua izin tambang yang telah dikeluarkan gubernur untuk segera dicabut"
Demo mahasiswa dan pemuda Pasaman terkait izin tambang emas di daerah mereka. (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Aliansi mahasiswa dan pemuda Pasaman menggelar aksi unjukrasa menolak praktik tambang emas di Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman, Selasa 27 Maret 2018 di Kantor Gubernur Sumbar. Para mahasiswa meminta semua izin tambang yang telah dikeluarkan gubernur untuk segera dicabut.

Pantauan KLIKPOSITIF, penjagaan ketat tampak dilakukan pihak kepolisian dan Satpol PP di halaman Kantor Gubernur. Dalam orasinya, mahasiswa meminta bertemu dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Namun, Gubernur tidak berada di tempat.

Pihak Satpol PP pun meminta lima orang perwakilan untuk bertemu staf ahli, namun mahasiswa menolak dan meminta untuk staf ahli yang turun menemui mereka. Sambil membawa spanduk yang bertuliskan kata penolakan, para mahasiswa berkumpul dan berorasi sembari menunggu staf ahli.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa ini mempertanyakan izin 2.408 hektar tanah yang dijadikan tambang. Faktanya, sekitar 70 persen lokasi tambang berada di tanah ulayat masyarakat Adat Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto. Penyusunan AMDAL dan sosialisasi pun tidak melibatkan masyarakat sekitar.

"Situasi saat ini ada yang menolak dan ada yang memberikan begitu saja. Tentu ini ada sistem yang tidak benar dan ini melahirkan pertanyaan besar," ungkap Koordinator Aksi, Hendra.

Menurutnya, lokasi tambang itu berada di tanah yang merupakan resapan air. Dengan mengeruk kekayaan alam, akan merugikan masyarakat yang notabenenya menggantungkan hidup dari alam. Selain itu, mereka juga mempertanyakan dampak dari merkuri nantinya.

"Kami takut negeri kami akan sama dengan Papua. Lokasi yang memiliki tambang besar, masyarakat tidak sejahtera juga," ucapnya.

Setelah berorasi sekitar satu jam, perwakilan Gubernur, staf ahli Jefrinal Arifin, Kepala Kesbangpol, Nazwin turun dan menemui para peserta aksi untuk berdialog. Hingga berita tayang, mahasiswa dengan perwakilan masih melakukan ... Baca halaman selanjutnya