Kartini dan Rohana Kudus, Sama-sama Pejuang Wanita namun Berbeda Nasib

Ahli sejarah UNP, Prof Mestika Zed
Ahli sejarah UNP, Prof Mestika Zed (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Guru besar sejarah Universitas Negeri Padang (UNP), Mestika Zed membeberkan beberapa perjuangan dua perempuan tangguh yang sama-sama berjuang untuk kaumnya di masa penjajahan Belanda mereka adalah Ruhana Kuddus ( Rohana Kudus ) dan Kartini .

Namun Ruhana dan Kartini berbeda nasib, karena Kartini telah menyandang gelar dari bangsa ini Pahlawan Nasional, sementara Ruhana masih dalam proses persiapan pengusulan.

Dijelaskan Mestika Zed, Ruhana Kuddus ialah pelopor pers Indonesia tersebut satu generasi dengan RA Kartini . Bedanya, Kartini diberi umur pendek, sedangkan Ruhana mendapat jatah hidup lebih lama hingga tahun 70-an.

Baca Juga

Selain usianya tidak terpaut jauh, ada dua kesamaan yang dimiliki Kartini dan Ruhana. Keduanya sama-sama gagal ke Eropa saat diundang menampilkan karya-karyanya dalam pameran internasional. Namun, faktor penghalang keberangkatan keduanya pun berbeda.

Kata Profesor asal kabupaten Lima Puluh Kota itu, Kartini dilarang oleh keluarga tersebab tradisi dan sebagainya. Sedangkan Ruhana didukung oleh keluarga terutama dari yayasan Kerajinan  Amai Setia (KAS). Tapi, ibu mertuanya melarang karena termakan hasutan orang.

Dalam perjuangannya, Ruhana juga mendapat perlawanan atas perjuangannya. Bahkan perempuan kelahiran Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, Sumbar tersebut sempat hengkang dari Koto Gadang ke Maninjau.

Sebagai wartawati yang menjunjung tinggi derajat perempuan, Ruhana sangat menjaga dan menjunjung idealismenya, namun perempuan dengan nama lahir Siti Rohana itu tidak menunjukkan sikap konfrontasi saat ditentang hingga situasi kembali tenang.

"Setelah itu, Ruhana kembali ke Koto Gadang. Artinya, Ruhana berjuang mati-matian untuk sebuah idealisme," beber Mestika Zed.

Perjalanannya, di tahun 1908, Ruhana menikah dengan Abdul Kuddus seorang notaris yang juga aktivis pergerakan. Konon, suaminya itu juga keponakan dari ayahandanya sendiri. Cita-cita Ruhana untuk menaikan derajat perempuan kala itu, didukung oleh sang suami yang menikahinya di usia 24 tahun.

"Ruhana belajar otodidak. Tidak pernah belajar pada lembaga pendidikan formal. Ia sangat senang membaca hingga gemar menulis," kata Mestika.

Untuk diketahui, Mestika Zed bersama Hasril Chaniago adalah penulis buku biografi Ruhana Kuddus yang diberi waktu satu bulan untuk melengkapi syarat pengajuannya sebagai pahlawan Nasional.

[Joni Abdul Kasir]

Baca Juga

Penulis: Iwan R

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com