KKP Tegaskan Cacing Anisakis Hanya Ditemukan pada Ikan Makerel Kaleng Kode Produksi Tertentu

"Berdasarkan hasil audit komprehensif diketahui bahwa parasit cacing merupakan cacing laut jenis Anisakis, bukan cacing pita"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, BPOM menggelar Konferensi Pers Penyelesaian Isu Cacing pada Ikan Makarel dalam Kaleng, kemarin (Jumat,6/4) di Aula Gedung C Kantor BPOM RI Jakarta. Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito memimpin konferensi pers dengan menghadirkan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo sebagai perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, YLKI, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Asosiasi Pengalengan Ikan (APIKI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

Dalam Siaran Pers yang dilansir BPOM RI, disebutkan BPOM RI bersama KKP serta Kementerian Perindustrian secara sinergis telah melakukan audit komprehensif dengan mekanisme joint inspection ke sarana produksi dalam negeri yang memproduksi produk ikan makerel dalam kaleng, sebagaimana terlampir pada penjelasan BPOM RI tanggal 28 Maret 2018. Audit komprehensif ini dilakukan untuk memeriksa proses yang dilakukan secara menyeluruh serta mengidentifikasi titik kritis yang memungkinkan standar mutu dan keamanan produk akhir tidak terpenuhi.

Berdasarkan hasil audit komprehensif diketahui bahwa parasit cacing merupakan cacing laut jenis Anisakis, bukan cacing pita. Ikan kaleng berasal dari bahan baku ikan makerel di laut yang berasal dari impor. KKP akan melakukan langkah pencegahan antara lain dengan pemeriksaan lebih intensif terhadap fenomena alam yang mempengaruhi kualitas bahan baku ikan makerel.

Sementara itu, BPOM RI terus memantau proses penarikan berdasarkan kode produksi (batch) terdampak parasit cacing yang dilakukan oleh pelaku usaha. Dipastikan bahwa seluruh batch produk ikan makerel dalam kaleng yang disebutkan dalam lampiran produk yang ditarik, sudah dalam proses penarikan produk oleh pelaku usaha dan dalam pengawasan BPOM RI. ... Baca halaman selanjutnya