Wagub Sumbar: Pembaca Puisi 'Ibu Indonesia' Tak Tahu Agama

"Karena persoalan hukumnya bukan di Sumbar dan yang bersangkutan telah meminta maaf secara terbuka, maka patut dipikirkan kembali secara matang apa reaksi yang akan diberikan selanjutnya"
Wagub Sumbar, Nasrul Abit (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menilai pembaca puisi “Ibu Indonesia” Sukmawati Soekarnoputri tidak begitu paham agama Islam. Sehingga menimbulkan reaksi dari umat Islam dari berbagai penjuru di Indonesia, termasuk Sumatera Barat.

"Perwakilan ormas Islam di Sumbar juga menemui saya soal puisi 'Ibu Indonesia' yang kontroversi itu. Namun sudah saya sampaikan kepada mereka sebaiknya kita kaji mendalam apakah pembaca puisinya paham secara mendalam tentang Islam. Aspirasi mereka tetap kami terima," ungkap Nasrul Abit, Selasa 10 April 2018 di Padang.

Wagub berjanji akan menyampaikan aspirasi ormas Islam di Sumbar ke tingkat pusat. Menurutnya, persoalan Sukmawati Soekarno Putri telah menuai reaksi banyak kalangan, sehingga wajar GNPF MUI pun menyampaikan aspirasinya.

Namun, karena persoalan hukumnya bukan di Sumbar dan yang bersangkutan telah meminta maaf secara terbuka, maka patut dipikirkan kembali secara matang apa reaksi yang akan diberikan selanjutnya.

Wagub juga mengimbau Kepala Daerah untuk hati-hati menggunakan lafas ayat-ayat suci Al Quran dalam sambutan resmi. Karena kalau saja bacaan tidak pas akan menimbulkan bermacam pandangan dan pendapat di tengah masyarakat.

"Kadang ada juga kepala daerah pakai mukadimah panjang sekali, kalau benar bacaannya oke, kalau belepotan bisa bahaya, baiknya baca yang pendek saja," sebutnya.

Sementara, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Sumbar berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mendorong penyelesaian persoalan tersebut dan menerangkan situasi terkini atas persoalan yang ada.

Ketua GNPF MUI Sumbar Jel Fathullah, Ketua MTKAAM Sumbar Irfianda Abidin bersama para pengurus GNPF MUI kota/kabupaten dan pengurus sejumlah Ormas Islam menyampaikan, proses hukum terhadap Sukmawati mesti dikawal.

Sebab, telah jelas terjadi penistaan terhadap Islam dalam pembacaan puisi berjudul Ibu Indonesia beberapa waktu ... Baca halaman selanjutnya