Tahun 2018, Target Investasi di Sumbar Mencapai 8,3 Triliun

"Presiden meminta daerah membentuk Tim Satgas Percepatan Investasi, sebab banyak investasi terkendala soal tanah dan masalah masyarakat"
Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi menyebutkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat tahun 2018 ini menargetkan Rp8,3 triliun.

Untuk menggenjot itu, Presiden meminta daerah membentuk Tim Satgas Percepatan Investasi, sebab banyak investasi terkendala soal tanah dan masalah masyarakat. "Kita sudah ada Satgas Percepatan Investasi diketuai langsung pak Wagub Nasrul Abit," kata Dedi, Kamis 12 April 2018 di Padang.

Dijelaskannya, pada 2017, investasi PMA Sumbar naik 400 persen dengan nilai Rp4,1 triliun. Sementara, target di RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Rp4 triliun.

"Tahun 2017 melebih target. Tahun 2018 targetnya 8,3 triliun. Melihat progresnya besar kemungkinan tercapai. Laporannya per semester," jelasnya.

Dilanjutkannya, melihat progres di Sumbar dan sekarang banyak proyek pembangunan yang sudah groundbreaking. Target itu diharapkan bisa dicapai. Sekarang ini saja, kata Dedi, ada beberapa investor yang sedang mengurus izin. Tapi izin penanaman modal asing (PMA) ini ada di Badan Penanaman Modal di Jakarta.

"Yang sedang mengajukan perizinan itu ada negara dari Eropa dan Amerika, mengurus izin di sektor energi terbarukan. Ini akan kami kawal terus sampai terlaksana,” katanya lagi.

Selain itu, lanjutnya, juga telah terjadi rencana kerjasama antara investor asal Singapura dan investor lokal di bidang energi baru terbarukan dan pengolahan sawit di Kabupaten Solok Selatan.

Sementara, Ketua Satgas Investasi Sumbar, Nasrul Abit mengajak masyarakat untuk ramah terhadap investor. Jika ada persoalan dilapangan bisa dibicarakan dengan cara musyawarah mufakat.

"Kok tabanam bisa disilam baliek, kok tingga mari kito japuik, seperti yang terjadi di Kabupaten Solok soal Geothermal. Mari kita duduk bersama di Minangkabau ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," tutur Nasrul Abit.

[Joni Abdul Kasir]