Korban Dugaan Keracunan di Pasaman Tidak Ditanggung BPJS

"peristiwa tersebut dikategorikan pihak BPJS Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)"
Korban dugaan keracunan di Pasaman dalam perawatan di RSUD Pasaman. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Belasan korban dugaan keracunan makanan dari CPNS Pemkab Pasaman, Sumbar (sebelumnya 10) tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Sebab, peristiwa tersebut dikategorikan pihak BPJS Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Keracunan masal yang terjadi pada peserta Diklat termasuk KLB dan tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan," tegas Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman, Syafruddin ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Kamis 12 April 2018.

Menurut Syafruddin, jika ada kasus lebih dari satu orang gejala yang sama sudah bisa dimasukan dalam kategori KLB. Sementara ini korban keracunan ini sudah 11 orang. Jadi, dia memastikan pasien yang diduga keracunan tersebut tidak bisa ditanggung BPJS Kesehatan untuk berobat di RSUD Lubuk Sikaping.

Datang yang dihimpun KLIKPOSITIF, jumlah pasien dugaan keracunan bertambah menjadi 11 orang. Terakhir, sampai pukul 10.50 WIB, bertambah satu orang lagi yaitu Siti Mariyah (29).

Sebelumnya, korban dugaan keracunan peserta Diklat Prajabatan Golongan II dan III yang merupakan CPNS Pemkab Pasaman bertambah menjadi 10 orang. Saat ini, semuanya masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Lubuk Sikaping Pasaman, Kamis 12 April 2018.

Para korban berasal dari dokter, bidan dan tenaga penyuluh ini mengalami keracunan saat mengkonsumsi makanan atau minuman. Namun, belum bisa dipastikan apakah mereka keracunan makanan yang disediakan panitia, atau makanan yang dijual di luar lokasi acara.

b