Harimau Pemangsa Ternak Berkeliaran di Palupuah, Warga Diminta Waspada

"Pihaknya masih menjumpai dua jejak baru yang diklaim merupakan jejak dari harimau sumatera"
Jejak harimau yang ditemukan BKSDA di Palupuah, Kabupaten Agam (Istimewa)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi meminta warga Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam waspada dengan keberadaan harimau di kawasan itu.

Menurut BKSDA, harimau tersebut merupakan pemangsa ternak yang saat ini tengah diburu keberadaannya oleh lembaga dari Kementerian Kehutanan itu.

Kepala Resort KSDA Bukittinggi Andrick mengatakan, pihaknya meminta masyarakat terutama peladang agar waspada saat beraktifitas dan segera keluar dari ladang saat hari mulai gelap.

"Saat ini kita harapkan kewaspadaannya, dihimbau paling lambat meninggalkan ladang pada jam 4 sore," katanya.

Ia menjelaskan, harimau merupakan hewan pemakan daging yang dapat bergerak aktif saat gelap sehingga ditakutkan terjadi hal yang tak diinginkan.

"Situasi saat ini belum kondusif, sekali lagi kita harapkan kewaspadaannya," ujarnya.

Dari hasil pantauan di lapangan, Andrick menginformasikan bahwa pihaknya masih menjumpai dua jejak baru yang diklaim merupakan jejak dari harimau sumatera.

Dengan temuan tersebut, diduga harimau tersebut berada tidak jauh dari pemukiman warga.

Sebelumnya, BKSDA telah memasang kandang perangkap dengan umpan anjing untuk menangkap harimau sumatera yang diperkirakan berjumlah tiga ekor yang terdiri dari satu induk dan dua anak.

Perangkap itu diberi umpan seekor kambing dan dipasang di peladangan masyarakat di Koto Tabang, Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang pada Rabu 11 April 2018 kemarin.

[Hatta Rizal]